-->

Bantuan Berdatangan ke Pakistan, Kematian Akibat Banjir Lampaui 1.200


ISLAMABAD, LELEMUKU.COM - Pesawat-pesawat yang membawa pasokan bantuan semakin banyak berdatangan ke Pakistan yang dilanda banjir. Jumlah kematian terkait bencana itu melonjak melewati angka 1.200, kata para pejabat, Jumat (2/9),

Penerbangan kesembilan dari Uni Emirat Arab dan yang pertama dari Uzbekistan adalah yang terakhir mendarat di Islamabad pada Kamis malam, sementara operasi penyelamatan yang didukung militer berusaha menjangkau lebih dari 3 juta orang yang terdampak bencana.

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan, dua pesawat lagi dari Uni Emirat Arab dan Qatar -- yang juga membawa bantuan -- dijadwalkan tiba Jumat malam, sementara sebuah kereta Turki yang membawa barang-barang bantuan untuk korban banjir sedang dalam perjalanan ke negara miskin itu.

Sementara itu, delegasi Turki yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif untuk menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir.

Beberapa pejabat menyalahkan perubahan iklim sebagai penyebab musim hujan yang tidak biasanya dan banjir.

Awal pekan ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, meminta dunia tidak mengabaikan krisis yang menelan korban jiwa ini. Guterres akan mengunjungi Pakistan pada 9 September untuk mengunjungi daerah-daerah yang dilanda banjir dan bertemu dengan para pejabat negara itu.

Sharif menunda perjalanan ke Uni Emirat Arab pada hari Sabtu. Ia memutuskan untuk mengunjungi daerah-daerah yang dilanda banjir.

Sejauh ini, Pakistan telah menerima bantuan dari Tiongkok, Arab Saudi, Qatar, Turki, Uzbekistan, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya. Pekan ini, Amerika Serikat juga mengumumkan akan memberikan bantuan senilai $30 juta untuk korban banjir.

Sejak pertengahan Juni, banjir juga telah menewaskan 733.488 kambing, sapi, dan kerbau selain menghancurkan tanaman pangan. Situasi ini memaksa pemerintah Pakistan untuk mulai mengimpor sayuran untuk menghindari kekurangan makanan. Pakistan juga menghubungi Rusia untuk mengimpor gandum. (VOA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel