-->

Jefirstson Riwu Kore Terima Kunjungan Kerja Perwakilan Unicef Jakarta

Jefirstson Riwu Kore Terima Kunjungan Kerja Perwakilan Unicef JakartaKUPANG, LELEMUKU.COM - Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi Stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun.

Data Dinas Kesehatan Kota Kupang berdasarkan hasil pemantauan status gizi tahun 2018 terdapat sebanyak 3.438 anak penderita Stunting di Kota Kupang, semenjak itu Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan dengan dibantu oleh program dari UNICEF gencar untuk menangani serta mengendalikan masalah gizi buruk di Kota Kupang dan Stunting.

Dinas Kesehatan Kota Kupang mengadopsi Program penanggulangan gizi buruk berbasis masyarakat yang diterapkan UNICEF yang sebelumnya telah berhasil dilaksanakan di daerah-daerah lain di NTT. Ada empat komponen inti penanganan gizi buruk terintegrasi yang dilakukan UNICEF yakni mobilisasi masyarakat, skrining dan tindak lanjut untuk mengidentifikasi anak-anak gizi buruk sedini mungkin di tingkat masyarakat.

Hal tersebut yang mendasari pertemuan UNICEF dengan Walikota Kupang yang dilaksanakan hari ini, Rabu, (17/07/2019) di ruang Kerja Walikota kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH. Kunjungan terbagi menjadi dua tahap. Kunjungan pertama dari Mrs. Daisy Duru-Iheoma dari UNICEF Jakarta, Mr. Seerat Kaur dan Mrs. Keeran Sivarajah dari Dalberg International yang bertujuan untuk mengevaluasi program-program kesehatan dukungan UNICEF di Kota Kupang, mendapat masukan tentang isu-isu kesehatan di Kota Kupang dan mendapat masukan dari Walikota Kupang dan jajaran tentang isu-isu lain yang diharapkan dapat UNICEF bantu kedepannya.

Wali Kota Kupang ketika menerima kunjungan tersebut mengatakan bahwa Kota Kupang sendiri masih membutuhkan penanganan terhadap isu kesehatan terutama kanker dan program imunisasi. Selain masalah kesehatan, pendidikan juga menjadi perhatian besar dari Kota Kupang, Pemerintah Kota Kupang telah menyalurkan bantuan berupa seragam untuk anak-anak usia sekolah di beberapa sekolah yang ada di wilayah Kota Kupang, meskipun dirasa belum mencakup seluruh kebutuhan saat ini.

Pemerintah Kota Kupang berupaya secara serius turut memantau pelaksanaan program-program UNICEF agar benar-benar sampai ke masyarakat khususnya anak-anak yang menjadi fokus utama. “Kami berterima kasih kepada pihak UNICEF yang telah memberi perhatian dan membantu Kota Kupang dalam bidang kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak yang dinilai sangat strategis dan menjadi fokus Pemerintah Kota Kupang,” kata Wali Kota Kupang.

Terkait masalah sanitasi dan kesehatan yang paling banyak terjadi di Kota Kupang, terutama masalah gizi buruk pada anak-anak, menurut Walikota Kupang masih mengalami kendala terkait keterbatasan anggaran tetapi Pemerintah Kota Kupang akan berupaya untuk mengalokasikan anggaran yang memadai untuk masalah-masalah tersebut. Isu kesehatan lainnya antara lain kekurangan air bersih yang dapat mengancam kesehatan masyarakat, selain karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal membuang sampah pada tempatnya.

Dinas Kesehatan Kota Kupang melalui perwakilannya menyampaikan bahwa beberapa program UNICEF di Kota Kupang sudah terlaksana dengan baik, diantaranya program yang bersentuhan langsung dengan ibu-ibu dan anak-anak, sedangkan untuk masalah kesehatan bagi orang dewasa seperti Kanker, HIV, serta kesehatan lingkungan seperti tempat pembuangan sampah dan jamban yang belum memadai. Masalah Stunting sudah dikendalikan dengan cara pemberian obat cacing bagi anak sekolah, sedangkan penyakit menular menjadi fokus utama karena dari waktu ke waktu prevalensinya semakin meningkat.

Kunjungan kedua oleh Mrs. Jee Hyun Rah, yang mengepalai urusan gizi di UNICEF Jakarta, beliau bersama tim nutrisi UNICEF berkunjung ke NTT, yakni Kabupaten Belu dan Kota Kupang untuk melakukan diskusi kelompok terfokus tentang penanganan Stunting di Kota Kupang, terutama melihat kebutuhan dan kesenjangan yang ada, dan hasilnya akan dirumuskan dalam bentuk usulan intervensi yang dapat didukung UNICEF.

Dalam kesempatan bersama Walikota Kupang, Mrs. Jee Hyun Rah menyampaikan bahwa Kota Kupang memang mengalami kasus gizi buruk tetapi ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang yang telah menerapkan pemerintahan yang baik serta komitmen secara politis dalam hal pengendalian kasus gizi buruk pada balita dengan mengalokasikan anggaran yang memadai serta meningkatkan kapasitas lembaga-lembaga kesehatan dan sumber daya manusianya.

Turut hadir mendampingi Walikota Kupang dalam kesempatan tersebut antara lain Kepala Bappeda, Ir. Eduard John Pelt, Kepala Dinas Sosial, drg. Retnowati, Kepala Bagian Humas dan Informasi Sekretariat Daerah, Yanuar Dally, SH, M.Si, dan Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Kupang. (HumasKOtaKupang)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel