41 Orang Jadi Korban Kecelakaan di Latdalam - Lelemuku.com | Media Pemberi Kabar dan Informasi yang Kritis, Obyektif, Akrab dan Bermartabat dari Maluku

41 Orang Jadi Korban Kecelakaan di Latdalam

41 Orang Jadi Korban Kecelakaan di Latdalam
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - 41 orang menjadi korban kecelakaan lalu lintas  (laka lantas) yang terjadi pada Rabu (30/1) pukul 09.30 WIT di Desa Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku.

Menurut Wakil Kepala Polres (Wakapolres) MTB, Kompol Sebastian Melsasail, dari jumlah ini 4 orang dinyatakan meninggal dunia sementara 37 orang lainnya luka berat dan ringan.

Ia menegaskan total korban ini dihimpun pihaknya dari saksi, data petugas terkait dan olah TKP yang ada. Hal ini sekaligus membantah adanya informasi yang menyatakan korban meninggal hingga 20 orang.

"Empat orang dipastikan meninggal dari laka lantas ini, bukan sembilan atau dua puluh orang, sebab informasi ini adalah berita yang tidak pasti," kata dia kepada wartawan di Mapolres MTB, Rabu (31/1).

Dikatakan saat pihaknya menuju lokasi kecelakaan, baru 1 saja warga yang tewas di tempat, sementara 3 lainnya meninggal selang beberapa waktu kemudian.

"Kami berangkat dengan Kabagops, Kasatlantas dan Kasatbimas menuju lokasi, dan waktu sampai disana baru dua orang dilaporkan meninggal. Dua lainnya meninggal saat dibawah ke rumah sakit," papar dia.

Sebelumnya rilis dari Satlantas Polres MTB yang diterima Lelemuku.com menyebutkan bahwa laka lantas itu menimpa 41 warga Latdalam yang ingin pergi ke Lokasi Pemukiman Nelayan guna melakukan pengerjaan penimbunan pondasi rumah nelayan untuk pencarian dana pembangunan Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Bethel Latdalam terjadi di daerah Sungai Besar, 2 km dari desa tersebut. 

Disebutkan kecelakaan yang dialami dump truck atau truk bak terbuka bernomor polisi P 9148 UY berwarna kuning yang dikendarai Eko Santoso (37) warga Pasar Omele Sifnana ini mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, sementara 37 orang menjadi korban luka dengan kerugian mencapai Rp150 juta.

Menurut laporan tersebut setelah polisi tiba di TKP, truk tersebut sudah dalam keadaan terbakar akibat dibakar oleh warga sekitar yang marah dengan musibah ini dan para korban sudah di evakuasi ke Puskesmas Latdalam.

Rinciannya adalah 13 orang pria, 28 wanita dengan 38 orang dewasa, 2 orang anak dan 1 orang bayi.

4 korban meninggal dunia diantaranya 3 wanita dari Desa Latdalam atas nama Aty Refualu, Yokbet Alaslan dan Farida Lerebulan, serta 1 pria asal Desa Namtabung atas nama Polly Laratmase.

Sementara 27 orang korban luka berat diantaranya Ananias Refualu, Isye Luturmas, Dolan Fordatkosu, Huber Masrikat, Yubelina Luturmmas, Bilha Fordatkosu, Berti Luturmas, Mikel Refalu, Adrana Bilimaskossu, Telly Luturmas, Ida Refualu, Terposa Batlolone, Since Watumlawar, Yakoba Masrikat, Arlene Refualu, Yusuf Bulurditi, Adelina Oratmangun, Sara Refualu, Jefri Fordatkosu, Theo Lerebulan, Melkianus Yaran, Dominggus Manuhuri, Yanti Bulurditi, Edison Refualu, Martha Manufuri, Ida Boinsera dan Paulina Matruti.

Selanjutnya 10 korban luka ringan diantaranya, Yolanda Lololia, Ester Marian, Since Luanmase, Lusia Samaran Luturyali, Yosepina Ngilamele, Fredik Dasfordate, Tos Sairdekut, Yustus Luanmase, Masya Dolakio dan Yeti Firda Lekidama

Setelah kejadian, para korban langsung di evakuasi dari TKP ke Latdalam untuk mendapat perawatan awal di Puskesmas setempat. Setelah mendapat perawatan awal, korban yang mengalami luka langsung di evakuasi ke RSUD P.P.Magretty dengan menggunakan Mobil Ambulance milik Puskesmas Saumlaki dan RSUD P.P.Magretty, Mobil Mini Bus milik Dinas Perhubungan, Mobil milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan beberapa mobil pribadi. Sementara beberapa korban luka ringan tetap berada di Latdalam dengan alasan merasa kondisinya baik.

Menurut laporan saksi, mobil mengalami kecelakaan akibat melaju dengan kecepatan tinggi dan sopir tidak bisa mengendalikan mobil saat berada di tikungan. Sementara penyebab terbakarnya truk sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Selain itu sopir truk tersebut langsung melarikan diri ke dalam hutan beberapa saat setelah kejadian dan belum ditangkap hingga kini.

Turut hadir di Desa Latdalam untuk memantau kejadian tersebut adalah Asisten Bidang Pemerintahan MTB Yohanis Batseran, Waka Polres MTB, Kompol Sebastian Melsasail, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja MTB, Cornelis Belay, Kadis Perhubungan MTB Andre J.Kurniawan, SP, Kasat Lantas Polres MTB, AKP Jhon Deki Baumasse, S.Sos, Kasat Binmas Polres MTB, AKP Simon A.Mansilety, Camat Tanimbar Selatan (Tansel) Marike Elsye Dasmasela, S.STP, Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah MTB, Cornelis Batmomolin, Kabag Pemerintahan dan Otonomi Daerah Somalay Batlajery, S.STP, Kapolsek Tansel, IPTU Egidio Sumilat, S.IK, Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP MTB, Julianus Batmomolin, SE.

Selain itu hadir pula anggota Polres MTB, Polsek Tansel, Satpol PP, Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Staf Dinas Perhubungan, Staf Kantor Kecamatan Tanimbar Selatan. (Laura Sobuber/Albert Batlayeri)
Bagi ke WA Bagi ke G+

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email redaksi@lelemuku.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : redaksi@lelemuku.com
Iklan : iklan@lelemuku.com

0 comments:

Post a Comment