Empat Temuan Petrus Fatlolon Kunjungi Warga Ekonomi Lemah di Saumlaki - #Lelemuku | Lelemuku.com - Kebanggaan Anak Negeri | Portal Berita yang Informatif dan Objektif

Empat Temuan Petrus Fatlolon Kunjungi Warga Ekonomi Lemah di Saumlaki

SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Bupati Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Petrus Fatlolon, SH., MH mengungkap empat hal yang dirinya temukan saat mengunjungi langsung warga ekonomi lemah di Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) pada Kamis (25/06/2020).

“Ada banyak hal yang saya temukan, diantaranya masih ada perumahan rakyat yang tidak layak huni di dalam kota, kebutuhan air bersih, masalah kesehatan dan kendala pengurusan Kartu Tanda Penduduk,” ungkap dia sebagai Ketua Dewan Pembina saat mendampingi Ketua TP-PKK Joice Pentury Fatlolon dalam kegiatan pembagian bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) jelang Ulang Tahun Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-48 pada 2 Juli 2020.

Bupati Fatlolon menyatakan pihaknya segera mengakomodir keluhan masyarakat, seperti meminta kehadiran Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tanimbar, Agus Rettop untuk mendata kebutuhan dari rumah tidak layak huni, jadwal pemadaman aliran air di PDAM yang tidak beraturan, gangguan kesehatan bagi anak balita dan susahnya mengurusan KTP bagi warga.


“Saya baru tahu kalau di tengah kota masih ada rumah tidak layak huni, nanti akan kami bantu. Soal KTP, saya kira tidak ada masalah bagi warga negara Indonesia yang mau mengurus KTP, Dinas dukcapil akan saya arahkan untuk memberi pelayanan dokumen kependudukan yang terbaik ke masyarakat,” katanya.

Salah satu warga penerima bantuan pembangunan rumah di RT 05/RW 02 di Kelurahan Saumlaki, Sabarlele mengaku sangat terharu dan tidak menyangka mendapat bantuan tersebut. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Bupati Fatlolon dan berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanimbar mampu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengurangi beban dari setiap kebutuhan dasar masyarakat kecil.

“Saya pekerja bangunan, sudah stroke selama tiga tahun. Setelah sakit ini saya tidak bisa bekerja lagi dan hanya di rumah saja bersama istri. Kami tinggal disini sudah 20 tahun, atap rumah ini juga banyak yang bocor. Kalau hujan, kami tadah dengan ember saja dan kadang mandi-mandi hujan,” aku pria 70 tahun itu sambil menunjukkan kondisi rumah ukuran 5×7 meter yang terbuat dari seng bekas dan papan, beratapkan daun tikar rentan bocor dan berlantai tanah. (Laura Sobuber)
loading...
Bagi ke WA Bagi ke G+

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email: redaksi@lelemuku.com atau whatsapp : +6281343199624 / +6285254922161. Kiriman Berita/video/foto wajib disertai dengan biodata lengkap pengirim dan akan melalui proses moderasi.

Loading...
loading...