-->

Menhan Jepang Yasukazu Hamada Sebut Kekuatan Militernya Bukan Ancaman Bagi Negara Lain


TOKYO, LELEMUKU.COM - Menteri pertahanan Jepang, Sabtu (3/6), menegaskan pihaknya tidak akan menggunakan peningkatan kekuatan militernya untuk mengancam negara lain. Ia juga menekankan kebijakan Tokyo untuk memprioritaskan upaya diplomatik dan dialog guna menghindari kesalahpahaman.

"Kami tidak mencari persaingan atau konflik," kata Yasukazu Hamada dalam pidato pertemuan keamanan Asia, Dialog Shangri-La di Singapura yang dihadiri oleh 600 delegasi dari 49 negara.

Agresi Jepang sebelum dan selama Perang Dunia II masih menjadi penyebab ketegangan hubungan dengan beberapa negara, terutama Korea Selatan dan China.

Konsitusi Jepang 1947 melarang Jepang melakukan penyerangan negara lain. Namun dalam beberapa tahun terakhir Tokyo justru meningkatkan kemampuan pertahanannya. Bahkan pada Desember, pemerintah malah meluncurkan pembangunan kapasitas militer terbesarnya sejak perang.

Hamada mengatakan Jepang tidak bertujuan membangun kekuatan militer untuk menimbulkan ancaman bagi negara lain.

Kementerian Pertahanan akan melakukan upaya diplomatik terlebih dahulu, katanya.

"Sebagai bangsa yang umumnya menginginkan perdamaian, kami bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pencegahan kami sendiri serta mempromosikan penyelesaian perbedaan kepentingan dan pendapat melalui dialog," katanya.

Berdasarkan rencana pertahanan lima tahun, yang akan menggandakan pengeluaran sektor pertahanan, Jepang akan memperoleh rudal jarak jauh yang diharapkan akan menghalangi China untuk menggunakan kekuatan di Asia Timur.

Pemerintah Perdana Menteri Fumio Kishida khawatir bahwa serangan Rusia terhadap Ukraina dapat mendorong China untuk menyerang negara tetangganya, Taiwan.(VOA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel