-->

Joe Biden akan Tanda Tangani Perjanjian Pertahanan dengan Papua Nugini


WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Presiden AS Joe Biden akan menandatangani perjanjian pertahanan dan pengawasan dengan Papua Nugini, kata menteri luar negeri negara pulau itu, dalam kunjungan yang memperbaharui kepentingan strategis negara tempat paman Biden meninggal dalam Perang Dunia Kedua.

PNG, negara terpadat di Pasifik Selatan, juga akan mendapatkan penggandaan bantuan pembangunan AS menjadi US$32 juta, termasuk US$25 juta untuk mengatasi prioritas keamanan perubahan iklim, seperti ditunjukkan dokumen Departemen Luar Negeri yang diserahkan ke Kongres AS.

Washington berusaha untuk menghalangi negara-negara pulau Pasifik, yang membentang 40 juta kilometer lautan, berhubungan dalam hal keamanan dengan China, kekhawatiran yang meningkat di tengah ketegangan atas Taiwan.

Biden akan berkunjung ke ibukota PNG, Port Moresby pada 22 Mei dalam perjalanannya menuju pertemuan puncak negara-negara Quad – Amerika Serikat, Jepang, India dan Australia – di Sydney, demikian dikonfirmasi Gedung Putih. Di sana ia akan bertemu 18 pemimpin kepulauan Pasifik.

Menteri Luar Negeri Justin Tkachenko, kepada Reuters, mengatakan Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan antara AS dan PNG difinalisasi pekan lalu, “yang kini memungkinkan kami untuk secara resmi menandatanganinya ketika Biden datang ke sini.”

Perjanjian terpisah untuk mengizinkan Penjaga Pantai AS untuk berpatroli di zona ekonomi eksklusif PNG yang luas, dengan pejabat PNG sebagai "pengendara kapal", juga akan ditandatangani dan mencakup pengawasan satelit, katanya dalam sebuah wawancara.

“Kami akan dapat menggunakan sistem keamanan satelit AS. Begitu kami tanda tangani, sistem itu dapat membantu memonitor perairan kami, yang tidak bisa kami lakukan saat ini,” katanya.

"Ini akan menjadi kesepakatan yang luar biasa untuk melindungi sumber daya alam kita dari perburuan dan pencurian secara ilegal, terutama perikanan kami,” tambahnya.

China memiliki sejarah proyek infrastruktur selama satu dekade di wilayah tersebut, dan tahun lalu membuat pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon, yang sejak itu memberlakukan moratorium kapal Penjaga Pantai AS yang memasuki perairannya.

Presiden China Xi Jinping telah mengunjungi kawasan itu tiga kali, termasuk kunjungan tahun 2018 ke PNG, tetapi Beijing tahun lalu gagal menandatangani 10 negara untuk kesepakatan keamanan dan perdagangan.

Bagi Biden, kunjungan ini juga memiliki kepentingan personal yang menyoroti pentingnya PNG terhadap keamanan regional.

Dua dari paman-pamannya yang berpangkalan di PNG dalam Perang Dunia Kedua sebagai pilot, termasuk satu yang meninggal dalam kecelakaan pesawat Mei 1944, Biden mengenangnya dalam kunjungan 2016 ke Australia. (Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel