-->

Joe Biden Umumkan Persiapan Pencalonan Diri di Pilpres 2024


WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Pengumuman ini disampaikan dalam video berdurasi tiga menit yang menggambarkan secara blak-blakan tentang apa yang dipertaruhkan dalam pilpres tahun depan, yaitu jiwa Amerika yang hilang.

“When I ran for president four years ago, I said we are in a battle for the soul of America. And we still are.”

Inilah petikan pernyataan Joe Biden dalam video yang dirilis Selasa pagi. Dalam video berdurasi tiga menit itu Biden mengatakan dalam masa empat tahun ini ia telah memperbaiki beberapa masalah yang ada di Amerika sambil memajukan demokrasi.

“Pertanyaannya adalah apakah di tahun-tahun mendatang kita akan semakin banyak atau semakin sedikit memiliki kebebasan? Semakin banyak atau semakin sedikit hak? Saya tahu jawaban apa yang saya inginkan dan Anda juga tahu. (Bahwa) ini bukan saatnya untuk terlena. Itulah sebabnya saya mencalonkan diri kembali,” ujar Biden.

Pengumuman Biden yang telah lama ditunggu-tunggu itu dirilis Selasa dini hari. Video itu diawali dengan gambar yang menggugah, ribuan massa yang memadati gedung Kongres, Capitol Hill, dalam upaya membatalkan sertifikasi pemenang pilpres 2020 yang sedang dilakukan oleh para anggota Kongres pada 6 Januari 2021.

Biden memeragakan tiga anggota DPR yang digambarkannya sebagai “ekstremis MAGA – merujuk pada slogan mantan presiden Donald Trump “Make America Great Again” atau “Jadikan Amerika Hebat Lagi.” Video Biden itu tidak secara terang-terangan menyebut Trump, yang mengklaim telah memenangkan pilpres tahun 2020 dan menghasut para pendukungnya untuk menyerbu Capitol Hill.

Sebagian Warga Nilai Biden Terlalu Tua untuk Bertarung

Jajak pendapat Yahoo News-YouGov awal April ini menunjukkan 38% warga Amerika merasa “letih” dengan gagasan pilpres 2024 antara Biden dan Trump, lagi. Sementara 29% mengatakan gagasan pertandingan ulang itu memicu perasaan “takut.” Lebih dari separuh responden atau berarti 56% mengatakan Biden seharusnya tidak mencalonkan diri lagi.

Kantor berita Reuters mewawancarai beberapa warga Amerika tentang pencalonan kembali Biden dalam pilpres tahun depan.

Joanne Garcia, warga Clarksville, Tennessee mengatakan, “Saya kira seharusnya ia tidak bertarung lagi. Ia terlalu tua. Saya kira seharusnya ada batasan usia karena ketika kita bertambah tua, kapasitas kita tidak lagi seperti seharusnya.”

Sebaliknya warga New York Jared Frenzi gembira dengan pengumuman Biden. “Saya sangat gembira ia maju lagi. Saya kira ini akan baik. Ia memiliki rekam jejak yang terbukti dibanding Trump, yang tampaknya akan kembali menjadi pesaingnya nanti.”

Andrew Smith dan Keislerr yang juga warga New York memberikan pandangan yang unik.

“Biden (harus) maju lagi atau kalau tidak nanti mimpi buruk fasisme terulang lagi. Maksud saya, saya senang ada seseorang yang berpengalaman dan berkenan mengembang tugas ini, meskipun seharusnya sudah saatnya ia menikmati waktu bersama keluarga, dengan cucu-cucunya. Tetapi saya senang Biden maju, karena saya tidak tahu siapa lagi yang mampu melakukan hal ini. Sungguh!,” tandas Smith.

Sementara Keislerr mengatakan, “Saya tidak mengatakan ia presiden yang buruk, meskipun sebenarnya Trump melakukan pekerjaan yang lebih baik. Biden orang yang hebat, dan membantu orang, tetapi ia bukan sosok yang benar-benar dibutuhkan rakyat sekarang.”

Biden Bercanda Soal Usianya

Pengumuman Biden, yang pada usia 80 ini telah menjadikannya sebagai presiden tertua Amerika, menandai tonggak sejarah lain; yaitu menjadi salah satu tokoh politik paling abadi dalam sejarah amerika. Biden telah menjadi tokoh terkemuka selama setengah abad. Ia menjabat sebagai senator negara bagian Delaware selama 36 tahun, lalu menjadi wakil presiden bagai Obama selama 8 tahun, dan kemudian terpilih menjadi presiden dan panglima tertinggi pada tahun 2020.

Meskipun video yang dirilisnya tidak menyebut faktor usia, beberapa hari terakhir ini Biden berulangkali bercanda tentang usianya, seolah-olah memprovokasi mereka yang mengatakan pada usia 80 tahun, ia sudah terlalu tua untuk melakukan pekerjaan yang paling menegangkan di dunia.

Meskipun sudah ada dua kandidat lain dari Partai Demokrat yang mengumumkan pencalonan untuk melawan Biden dalam nominasi partai nanti, status petahana membuat posisinya lebih kuat dan berpotensi besar dicalonkan dalam Konvensi Partai Demokrat di Chicago pada bulan Agustus 2024 nanti.

Trump Tetap Jadi Capres Terunggul Partai Republik

Sementara itu Donald Trump masih memimpin jajak pendapat nominasi pemilih Partai Republik, meskipun ada beberapa tokoh lain yang juga telah mengumumkan pencalonan mereka, atau sedang mempertimbangkan untuk menantangnya. Antara lain Gubernur Florida Ron DeSantis, mantan Wakil Presiden Mike Pence, mantan Duta Besar Amerika Untuk PBB Nikki Haley, mantan Gubernur Arkansas Asa Hutchinson dan pengusaha Vivek Ramaswamy.

Trump hari Selasa merilis pernyataan di mana ia kembali bersikeras telah dicurangi dalam pilpres 2020, meskipun banyak penghitungan ulang dan keputusan pengadilan yang mengukuhkan bahwa pernyataan itu tidak benar.(VOA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel