-->

Sung Yong Kim Ingin Kerja Sama dengan Indonesia Sebagai Ketua PBB di Asia Tenggara


JAKARTA, LELEMUKU.COM - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Sung Y. Kim menyebut pihaknya bersedia bekerja sama dengan Jakarta, sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dalam menyelesaikan masalah Myanmar.

Dia menyebut Washington berbagi keprihatinan mengenai masalah Myanmar.

Kim mengatakan kudeta militer Myanmar atau Tatmadaw pada awal tahun lalu merupakan serangan yang tidak dapat diterima terhadap demokrasi di Myanmar. Walau belum menyiapkan tindakan khusus, dia menyoroti peran penting Indonesia dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan.

"Belum adanya kemajuan konsensus lima butir seharusnya meresahkan setiap anggota ASEAN. Bahwa salah satu anggotanya mengabaikan kehendak ASEAN secara kolektif. Jadi kami berharap situasinya berubah, akan ada kemajuan, kami akan bekerja sama dengan Indonesia," kata Kim dalam jumpa pers di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Rabu, 7 Desember 2022.

Myanmar dilanda krisis sejak junta militer pada awal tahun lalu menggulingkan pemerintah sipil terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi. Gerakan perlawanan termasuk pasukan bersenjata, muncul di sejumlah wilayah di Myanmar. Namun, junta militer melawannya dengan kekuatan mematikan.

Indonesia menerima tongkat estafet keketuaan ASEAN dari Kamboja sekitar tiga pekan lalu. Saat penyerahan presidensi di Phnom Penh, Presiden RI Joko Widodo mengatakan ASEAN harus menjadi kawasan yang stabil, damai, dan menjadi jangkar stabilitas dunia.

Mengenai masalah Myanmar, Jokowi menyerukan supaya junta militer dapat mengimplementasikan lima butir konsensus yang disepakati oleh para Pemimpin ASEAN.

Konsensus dibuat oleh para pemimpin negara-negara anggota ASEAN pada April 2021 dengan lima poin yakni dialog konstruktif, penghentian kekerasan, mediasi antara berbagai pihak, pemberian bantuan kemanusiaan, dan pengiriman Utusan Khusus ke Myanmar.

Di bawah keketuaan Indonesia, penerapan konsensus itu akan diawasi oleh para menteri luar negeri anggota ASEAN.

Duta Besar Kim dalam konferensi pers menggarisbawahi bahwa AS dan ASEAN secara kolektif sudah memiliki kemitraan strategis yang komprehensif. Dengan presidensi Indonesia di ASEAN, dia menyebut pihaknya ingin memastikan mengatasi masalah penting yang menjadi perhatian kawasan dan sekitarnya, serta membuka dialog untuk membuat kemajuan yang tertunda di Asia Tenggara.

Untuk keketuaan 2023, Indonesia mengusung tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth. Presiden Jokowi mengatakan, ASEAN harus menjadi kawasan yang bermartabat serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi.

Saat ditemui oleh Tempo di kantornya pada Kamis, 1 Desember 2022, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Sidharto R. Suryodipuro menggarisbawahi tantangan beragam yang akan dihadapi Indonesia pada keketuaan ASEAN pada tahun depan, terlepas dari krisis Myanmar.

Khusus mengenai krisis Myanmar, Sidharto mengatakan, prinsip umum harus ada dialog dengan semua pihak adalah kepastian.

Sejauh ini, Indonesia belum menentukan secara khusus strategi lebih lanjut dalam menangani Myanmar, termasuk kerangka waktu dalam implementasi konsensus. Sidharto menekankan bahwa segala kesepakatan harus melibatkan seluruh anggota ASEAN.

Indonesia, yang memiliki sejumlah pengalaman dalam mediasi konflik akan menangani Myanmar ini dengan berbeda.  (Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel