-->

Indonesia Pantau Insiden Jatuhnya Rudal di Polandia


BALI, LELEMUKU.COM - Indonesia memberikan perhatian penuh terhadap insiden jatuhnya rudal di wilayah Polandia pada Selasa (15/11) malam. Insiden ini mempengaruhi sejumlah agenda G20, yang sedang berlangsung di Bali.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, memastikan apa yang terjadi di Polandia berada dalam pengamatan.

“Indonesia mengikuti dari dekat perkembangan ini, tentunya dalam beberapa waktu ke depan akan banyak lagi informasi yang kita terima dan itu mudah-mudahaan bisa lebih memberikan gambaran yang komprehensif atas perkembangan yang terjadi sekarang,” kata Faizasyah ketika ditemui di kawasan Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11).

Apa yang terjadi semalam telah menimbulkan sedikit gangguan pada rangkaian acara G20. Presiden Biden yang dikabarkan dibangunkan oleh stafnya ketika sedang beristirahat, menggelar rapat darurat dengan pemimpin negara-negara G7 dan NATO pada Rabu pagi. Padahal semestinya seluruh delegasi mengikuti acara penanaman mangrove.

Pengunduran ini setidaknya berlangsung selama sekitar 3 jam. Presiden Jokowi yang sudah ada di lokasi sejak pukul 07.00 WITA, menyempatkan diri berkeliling bersama sejumlah media asing, untuk memperlihatkan kawasan hutan mangrove di selatan Bali itu. Di samping tentu saja untuk mengisi waktu akibat penundaan tersebut.

Ketika ditanya jurnalis tentang situasi di Polandia dan apakah dia sudah mendapat informasi tentang hal itu, Jokowi menjawab “G20 adalah forum ekonomi, forum keuangan, dan forum diplomat, bukan forum politik. Jadi di sini kami akan bicara tentang ekonomi.”

Faizasyah menegaskan, tugas Presidensi Indonesia di G20 akan tetap berlanjut pada hari terakhir KTT. Terkait perubahan yang terjadi, dia menyatakan itu sebagai dinamika yang tidak bisa dihindari.

“Sejauh pengaturan program, ada beberapa penyesuaian waktu saja. Memang ada emergency meeting yang dilakukan pihak G7 plus. Itu bagian dari dinamika yang kadang terjadi pada saat konferensi internasional,” kata Faizasyah.

Dinamika semacam ini, tambahnya, sering terjadi dalam kegiatan pertemuan internasional, sehingga tidak hanya kali ini saja.

“Mungkin pada event internasional banyak konteks yang harus kita perhatikan, berlangsung selama penyelengaraan pertemuan multilateral tersebut,” tambahnya.

Terkait peningkatan eskalasi, Indonesia memastikan senantiasa menyerukan agar pihak-pihak berseberangan saat ini, untuk mengupayakan cara-cara damai. “Itu berangkat dari politik bebas aktif Indonesia, yang senantiasa konsisten mengharapkan suatu kondisi internasional yang baik dan kondusif,” tambah Faizasyah.

Kemenlu juga mengonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov telah kembali ke negaranya. Namun, tidak ada komentar diberikan ketika ditanya terkait komunike bersama yang mungkin tidak dihasilkan dari KTT kali ini. (VOA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel