-->

NATO akan Luncurkan Latihan Nuklir "Steadfast Noon" dengan 60 Pesawat


BRUSEL, LELEMUKU.COM - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan meluncurkan latihan nuklir tahunan bertajuk "Steadfast Noon” pada Senin, 17 Oktober 2022. Sejumlah 60 Pesawat akan ambil bagian dalam latihan di atas Belgia, Laut Utara, dan Inggris untuk mempraktikkan penggunaan bom nuklir Amerika Serikat yang berbasis di Eropa.

Latihan nuklir akan berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat setelah Rusia berulang kali mengancam melancarkan serangan nuklir di Ukraina menyusul kemunduran besar militernya di medan perang.

"Steadfast Noon" kemungkinan akan berlangsung bersamaan dengan latihan nuklir tahunan Moskow bertajuk "Grom", yang biasanya digelar pada akhir Oktober. Dalam latihan itu, Rusia menguji pengebom, kapal selam, dan rudal berkemampuan nuklir.

NATO mengatakan latihan Barat tidak didorong oleh ketegangan terbaru dengan Rusia. "Latihan tersebut, yang berlangsung hingga 30 Oktober, adalah kegiatan pelatihan rutin yang berulang dan tidak terkait dengan peristiwa dunia saat ini," demikian pernyataan NATO di situs webnya. Tidak ada penggunaan bom nuklir langsung dalam latihan itu.

“Latihan ini membantu memastikan bahwa penangkal nuklir aliansi tetap aman, terjamin dan efektif," kata juru bicara NATO, Oana Lungescu, seperti dikutip Reuters, Jumat, 14 Oktober 2022.

Belgia menjadi tuan rumah latihan yang akan melibatkan 14 negara Anggota NATO dan 60 pesawat, termasuk jet tempur paling canggih di pasar dan pesawat pengebom B-52. Pesawat itu akan terbang dari Pangkalan Udara Minot di Dakota Utara, Amerika Serikat.

Pada Selasa lalu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan aliansi akan melanjutkan latihannya meskipun situasi internasional sedang tegang. “Membatalkan latihan karena perang di Ukraina akan mengirimkan sinyal yang sangat salah,” katanya kepada wartawan. Ia beralasan kekuatan militer NATO adalah cara terbaik untuk mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut.

Stoltenberg meyakinkan bahwa NATO akan memantau latihan nuklir tahunan Rusia dengan sangat dekat, seperti yang telah dilakukan selama beberapa dekade.

Di Gedung Putih, juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan "Grom" akan melibatkan manuver skala besar dari kekuatan nuklir strategisnya, termasuk peluncuran rudal langsung.

"Sementara Rusia mungkin percaya latihan ini akan membantunya memproyeksikan kekuatan, terutama mengingat kejadian baru-baru ini, kita tahu bahwa unit nuklir Rusia berlatih secara ekstensif pada tahun ini," kata Kirby.

Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat yang enggan diungkap jati dirinya mengatakan latihan Rusia diperkirakan akan dilakukan pada waktu yang hampir bersamaan dengan latihan kesiapsiagaan nuklir tahunan NATO.

“Kami percaya retorika nuklir Rusia dan keputusannya untuk melanjutkan latihan ini saat berperang dengan Ukraina tidak bertanggung jawab," kata pejabat itu kepada Reuters. “Mengacungkan senjata nuklir untuk memaksa AS dan sekutunya adalah tindakan tidak bertanggung jawab." (Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel