-->

Polda Kalbar Kumpulkan 18 Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182

Polda Kalbar Kumpulkan 18 Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182.lelemuku.com.jpg

PONTIANAK, LELEMUKU.COM - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat telah mengumpulkan 18 sampel DNA dari keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Pengambilan sampel tersebut dilakukan untuk keperluan identifikasi korban.

Kepala Biddokkes Polda Kalbar, Kombes (Pol) dr Trisusilo, menyatakan bahwa pengambilan sampel tersebut dilakukan setelah pihaknya mewawancarai 20 orang pihak keluarga korban. Sampel itu pun akan segera diterbangkan ke Jakarta pada Senin, 11 Januari 2021.

"Hingga saat ini kami telah mengambil sebanyak 18 sampel DNA dari 20 orang dari pihak keluarga korban yang telah diwawancarai sebelumnya," kata Trisusilo di Pontianak, Ahad 10 Januari 2021.

Pengambilan sampel DNA itu dilakukan di Posko Media Center Sriwijaya Air di Aula Bandar Udara Supadio Pontianak yang dilakukan oleh Biddokkes Polda Kalbar.

Trisusilo mengatakan dari 20 yang diwawancara itu mewakili 26 korban, kemudian nantinya dari pengambilan DNA itu hasilnya akan dikirim ke Jakarta guna mengindentifikasi korban yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Hasil pemeriksaan ini besok pagi akan kami kirim dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air," ucap dia.

Ia menambahkan, pihak Sriwijaya Air juga telah bersedia membawa sampel tersebut dari Bandara Soekarno-Hatta langsung ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Tadi kita sudah mendapat kepastiannya, besok sampel DNA ini dari pihak Sriwijaya Air akan membawanya ke Jakarta. Dan langsung akan membawa ke Biddokkes Mabes Polri di Cipinang," ujarnya.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu 9 Januari pukul 14.40 WIB. Pesawat berjenis Boeing 737-500 tersebut dipastikan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Keberangkatan pesawat Sriwijaya Air tersebut sempat tertunda. Awalnya, pesawat dijadwalkan berangkat pada pukul 13.35 WIB namun akhirnya lepas landas pada pukul 14.36 WIB. Penundaan keberangkatan disebut karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes penerbangan, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Tim SAR gabungan hingga saat ini dipastikan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat tersebut. Beberapa potongan tubuh penumpang dan juga serpihan pesawat Sriwijaya Air juga telah ditemukan. '

Potongan tubuh tersebut selanjutnya akan dicocokkan dengan data sample DNA yang telah dikumpulkan dari para keluarga korban. Tim DVI Polri disebut telah menerima tujuh kantong yang berisi potongan tubuh korban. (Tempo)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel