Profil Lengkap Sumatera Selatan, Bumi Sriwijaya dengan Segudang Potensi

Profil Lengkap Sumatera Selatan, Bumi Sriwijaya dengan Segudang Potensi

PALEMBANG, LELEMUKU.COM – Provinsi Sumatera Selatan yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatera dengan ibu kota di Kota Palembang, memiliki luas wilayah 91.592,43 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 8,8 juta jiwa pada pertengahan tahun 2023, serta dikenal sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya yang pernah menjadi kerajaan maritim terbesar di Nusantara pada abad ke-7 hingga ke-14 Masehi.

Secara geografis, Provinsi Sumatera Selatan terletak antara 1 derajat 37 menit 27 detik hingga 4 derajat 55 menit 17 detik Lintang Selatan dan antara 102 derajat 3 menit 54 detik hingga 106 derajat 13 menit 26 detik Bujur Timur. Di sebelah utara, provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jambi. Di sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung, dan di sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu. 

Wilayahnya terdiri dari 13 kabupaten dan 4 kota, yaitu Kabupaten Banyuasin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur, Penukal Abab Lematang Ilir, Kota Lubuklinggau, Kota Pagar Alam, Kota Palembang, dan Kota Prabumulih.

Sejarah Panjang: Dari Sriwijaya hingga Sumatera Selatan

Sejarah Sumatera Selatan tidak dapat dipisahkan dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya, salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Kerajaan ini berpusat di Palembang dan mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-7 hingga ke-14 Masehi. Bukti sejarah menunjukkan bahwa Palembang merupakan pusat awal berdirinya Kedatuan Sriwijaya, peradaban maritim besar yang pernah menguasai jalur perdagangan Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga ke-10 Masehi. 

Sriwijaya juga menjadi pusat penting bagi penyebaran agama Buddha di Kepulauan Nusantara pada abad ke-8 hingga ke-12. Karena posisi geografisnya yang strategis, Palembang berkembang menjadi pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh para pedagang dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok.

Pada abad ke-17, Kesultanan Palembang didirikan dengan Palembang sebagai ibu kotanya. Pada masa ini, orang-orang Eropa mulai berdatangan, dan Belanda menjadi kekuatan dominan melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang memberikan pengaruh terhadap Kesultanan Palembang. Kesultanan Palembang akhirnya dibubarkan pada tahun 1825 oleh Belanda, dan Palembang menjadi ibu kota Keresidenan Palembang yang meliputi seluruh wilayah yang kelak menjadi Provinsi Sumatera Selatan.

Pada masa pendudukan Jepang selama Perang Dunia II, Jepang menyerang Palembang dan mengusir Belanda. Setelah Jepang menyerah pada Agustus 1945, Belanda berusaha kembali ke wilayah tersebut, yang kemudian memicu Perang Kemerdekaan. Pada akhirnya, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dan menarik diri pada tahun 1950. Provinsi Sumatera Selatan kemudian dibentuk pada 12 September 1950. Namun, berdasarkan peraturan daerah Provinsi Sumatera Selatan tentang hari jadi provinsi, pemerintah Sumatera Selatan menetapkan bahwa 15 Mei 1946 merupakan hari jadi provinsi Sumatera Selatan.

Keanekaragaman Suku, Agama, dan Bahasa

Penduduk Sumatera Selatan terdiri dari beragam suku bangsa. Suku Melayu merupakan kelompok etnis terbesar, dengan sub-etnis Palembang sebagai yang dominan. Selain itu, terdapat pula suku Jawa, Komering, Musi Banyuasin, dan Sunda. Bahasa Palembang (Melayu Palembang) merupakan bahasa daerah yang dominan dan saling dimengerti dengan bahasa Indonesia.

Mayoritas penduduk Sumatera Selatan memeluk agama Islam, dengan persentase sekitar 93,26 persen. Agama Kristen Protestan dianut oleh 3,24 persen penduduk, Kristen Katolik 1,19 persen, Buddha 1,81 persen, Hindu 1,68 persen, dan Konghucu 0,01 persen. Masyarakat Sumatera Selatan dikenal sangat beragam dalam hal budaya, bahasa, dan agama, serta menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama.

Sumber Daya Alam dan Perekonomian

Sumatera Selatan kaya akan sumber daya alam, terutama minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Provinsi ini merupakan salah satu penghasil batubara terbesar di Indonesia, dengan total cadangan terverifikasi mencapai 8,5 miliar ton atau 48,45 persen dari total cadangan nasional. Produksi batubara pada tahun 2025 mencapai 120 juta ton, dengan Kabupaten Muara Enim sebagai penghasil terbesar. Selain batubara, provinsi ini juga memiliki cadangan gas alam sebesar 4,18 triliun standar kaki kubik dan minyak bumi sebesar 757,4 standar kaki kubik.

Perekonomian Sumatera Selatan menunjukkan kinerja yang positif. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,35 persen, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp720,21 triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp80,66 juta. Sektor-sektor utama yang menopang perekonomian antara lain industri pengolahan, pertambangan, pertanian, konstruksi, serta perdagangan besar dan eceran. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,66 persen. Sumatera Selatan juga menempati posisi lima besar produsen pangan terbesar di Indonesia, sejajar dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Lembaga pemeringkat Good Stats menobatkan Sumsel sebagai provinsi dengan kualitas pembangunan infrastruktur terbaik ke-7 tahun 2025.

Potensi Pariwisata yang Terus Berkembang

Sumatera Selatan memiliki potensi pariwisata yang besar, dengan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang beragam. Ibu kota Palembang menawarkan sejumlah destinasi unggulan, seperti Jembatan Ampera yang menjadi ikon kota, Sungai Musi dengan wisata perahu, Benteng Kuto Besak (BKB), Pulau Kemaro, serta kawasan wisata dan rekreasi di Jakabaring Sport City (JSC).

Selain Palembang, terdapat destinasi wisata alam yang menarik di berbagai daerah. Danau Opi di Palembang menawarkan pemandangan yang menenangkan. Air Terjun Bedegung di Lahat merupakan air terjun tertinggi di Sumatera Selatan. Kota Pagaralam menawarkan keindahan alam pegunungan. Kabupaten Ogan Komering Ulu memiliki peninggalan prasejarah. Kota Lubuklinggau memiliki objek wisata air terjun. Destinasi wisata lainnya termasuk Goa Putri, Air Terjun Gunung Nyawe, Bukit Besak, Pinang Banjar, Danau Rayo, Danau Air Batu, Taman Nasional Sembilang, Gunung Dempo, Danau Ranau, dan Hutan Kota Punti Kayu.

Transportasi dan Konektivitas

Kota Palembang dilayani oleh Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II yang melayani penerbangan dari dan ke berbagai kota besar di Indonesia. Pelabuhan Boom Baru dan Pelabuhan Tanjung Api-Api menjadi pintu masuk jalur laut yang menghubungkan Sumatera Selatan dengan berbagai wilayah di Indonesia. Transportasi darat menghubungkan Palembang dengan provinsi-provinsi tetangga melalui jaringan jalan lintas Sumatera.

Dengan kekayaan sejarah, keanekaragaman budaya, sumber daya alam yang melimpah, dan potensi pariwisata yang terus berkembang, Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan posisinya sebagai salah satu provinsi paling berpengaruh di Pulau Sumatera. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya