Profil Lengkap Kalimantan Selatan, Bumi Lambung Mangkurat dengan Segudang Potensi
BANJARBARU, LELEMUKU.COM – Provinsi Kalimantan Selatan yang terletak di bagian tenggara Pulau Kalimantan dengan ibu kota di Kota Banjarbaru, memiliki luas wilayah 38.744,00 kilometer persegi dan jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2025 mencapai 4.330.144 jiwa, serta dikenal dengan julukan Bumi Lambung Mangkurat dan Bumi Antasari karena sejarah panjang kerajaan-kerajaan besar serta perjuangan Pangeran Antasari dalam melawan penjajahan Belanda.
Provinsi Kalimantan Selatan secara geografis terletak di bagian tenggara Pulau Kalimantan. Secara astronomis, provinsi ini berada antara 1 derajat 21 menit 49 detik hingga 4 derajat 10 menit 14 detik Lintang Selatan dan 114 derajat 19 menit 13 detik hingga 116 derajat 33 menit 28 detik Bujur Timur. Di sebelah utara, provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur. Di sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah. Di sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa, dan di sebelah timur berbatasan dengan Selat Makassar.
Provinsi Kalimantan Selatan memiliki dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa yang kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar, sementara kawasan dataran tinggi dibentuk oleh Pegunungan Meratus di bagian tengah provinsi. Topografi provinsi ini didominasi dataran rendah pada bagian barat dan timur, serta dataran terjal pada bagian tengah. Kalimantan Selatan memiliki wilayah dengan luas sekitar 3,8 juta hektare, yang terdiri dari daratan dan lautan.
Secara administratif, provinsi ini terbagi menjadi 11 kabupaten dan 2 kota. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah Kabupaten Balangan dengan ibu kota Paringin, Kabupaten Banjar dengan ibu kota Martapura, Kabupaten Barito Kuala dengan ibu kota Marabahan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan ibu kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan ibu kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan ibu kota Amuntai, Kabupaten Tabalong dengan ibu kota Tanjung, Kabupaten Tanah Bumbu dengan ibu kota Batulicin, Kabupaten Tanah Laut dengan ibu kota Pelaihari, Kabupaten Tapin dengan ibu kota Rantau, dan Kabupaten Kotabaru dengan ibu kota Kotabaru. Dua kota di provinsi ini adalah Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru. Sejak 16 Maret 2022, ibu kota provinsi ini resmi dipindahkan dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru.
Sejarah Panjang: Dari Kerajaan Kuno Hingga Menjadi Provinsi
Wilayah Kalimantan Selatan pada masa lalu merupakan bagian dari tiga kerajaan besar yang pernah memiliki wilayah di daerah ini, yakni Kerajaan Negara Daha, Negara Dipa, dan Kesultanan Banjar. Kerajaan Negara Dipa didirikan oleh Empu Jatmika pada tahun 1355. Kerajaan ini kemudian diteruskan oleh Kerajaan Negara Daha, yang pada akhirnya ditaklukkan oleh Kesultanan Banjar. Kesultanan Banjar berdiri pada tahun 1526 dan menjadi kerajaan yang sangat berpengaruh di Kalimantan Selatan.
Pada masa penjajahan Belanda, wilayah Kalimantan Selatan merupakan bagian dari Keresidenan Kalimantan Selatan dengan Residen Mohammad Hanafiah (sampai 1950) di dalam Provinsi Kalimantan itu sendiri. Setelah kemerdekaan Indonesia, Kalimantan dijadikan provinsi tersendiri dengan Gubernur Ir. Pangeran Muhammad Noor.
Tanggal 14 Agustus 1950 melalui Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 merupakan tanggal dibentuknya Provinsi Kalimantan beribukota di Banjarmasin dengan gubernur dr. Moerjani. Tanggal 14 Agustus 1950 kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kalimantan Selatan. Bagi Kalimantan Selatan, tanggal 1 Januari 1957 merupakan momentum penting karena pada tanggal itu Kalimantan Selatan resmi menjadi provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, bersama-sama dengan Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959, Kabupaten Pasir dinyatakan sebagai bagian dari Kalimantan Timur, sehingga wilayah Kalimantan Selatan tidak lagi mengalami banyak perubahan hingga saat ini.
Pada tahun 2022, dasar hukum pendirian provinsi ini diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022.
Keragaman Suku, Agama, dan Bahasa
Provinsi Kalimantan Selatan merupakan rumah bagi etnis Banjar. Suku Banjar merupakan suku bangsa dominan yang mendiami provinsi ini, dengan bahasa Banjar yang digunakan sebagai bahasa sehari-hari oleh masyarakat di sana. Selain suku Banjar, terdapat pula suku Dayak dan suku-suku lainnya yang mendiami wilayah ini.
Mayoritas penduduk Kalimantan Selatan memeluk agama Islam, dengan persentase lebih dari 90 persen. Data menunjukkan bahwa sekitar 97,02 persen penduduk beragama Islam. Agama Kristen dianut oleh 1,90 persen (Protestan 1,34 persen dan Katolik 0,56 persen), Hindu 0,57 persen, Buddha 0,28 persen, dan lainnya 0,23 persen. Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa resmi, sementara bahasa daerah yang dominan adalah bahasa Banjar.
Budaya dan Kesenian Tradisional
Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang sangat kental dengan nuansa Islam dan Melayu. Salah satu ikon budaya yang paling terkenal adalah kain Sasirangan. Kain tradisional ini berasal dari suku Banjar dan telah diwariskan secara turun-temurun. Motif pertama pada kain Sasirangan dikenal dengan motif padiwaringin.
Rumah adat Kalimantan Selatan dikenal dengan Rumah Bubungan Tinggi dan Rumah Gajah Baliku. Keduanya dipengaruhi oleh percampuran budaya dari imigran yang masuk ke Kalimantan Selatan. Busana adat pengantin Banjar juga memiliki kekayaan tradisi lokal, dengan tiga pakem busana adat yang lahir sejak zaman Kerajaan Banjar, yaitu bagajah gamuling baular lulut dan baamar galung pancaran.
Kesenian tradisional seperti teater Mamanda juga masih dilestarikan di Kalimantan Selatan.
Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Unggulan
Perekonomian Kalimantan Selatan menunjukkan kinerja yang sangat positif. Pada Triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan mencapai 5,67 persen secara tahunan, menjadikannya daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Regional Kalimantan dan di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen. Pemerintah provinsi menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8,1 persen. Pada tahun 2025, perekonomian Kalimantan Selatan mengalami pertumbuhan sebesar 5,22 persen dibandingkan tahun 2024.
Sektor-sektor utama yang menopang perekonomian Kalimantan Selatan antara lain pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; perdagangan; serta industri pengolahan. Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Provinsi ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti batu bara, minyak bumi, pasir kuarsa, dan bijih besi.
Pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan III-2025 terjadi pada lapangan usaha reparasi mobil dan sepeda motor, pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta jasa lainnya. Sektor jasa lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh berbagai komponen yang menunjukkan kinerja positif.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2023 mencapai 74,66 yang termasuk dalam kategori tinggi. Angka ini mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Potensi Pariwisata dan Keindahan Alam
Kalimantan Selatan memiliki potensi pariwisata yang besar, dengan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang beragam. Beberapa destinasi wisata unggulan antara lain:
Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan pegunungan Meratus dan air terjun. Loksado juga merupakan satu-satunya destinasi wisata di Kalimantan Selatan yang masuk dalam jajaran Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kementerian Pariwisata.
Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam di Kabupaten Banjar menawarkan wisata alam dengan hutan hujan tropis yang masih terjaga. Bukit Batu di Kabupaten Banjar menawarkan pemandangan alam yang indah. Goa Batu Hapu merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan goa dan stalaktit. Geopark Meratus menjadi andalan Kalimantan Selatan dalam mengejar pertumbuhan wisata.
Selain wisata alam, wisata religi juga menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke Kalimantan Selatan. Haul Sekumpul, sebuah acara keagamaan yang diadakan setiap tahun, menjadi salah satu andalan pariwisata provinsi ini.
Di Kota Banjarmasin, terdapat berbagai destinasi wisata seperti Tugu Patung Bekantan, Menara Pandang Siring Sungai Martapura, dan Kebun Raya Banua. Sungai Barito juga menjadi jalur wisata air yang eksotis. Kalimantan Selatan menyusun 156 agenda pariwisata unggulan pada tahun 2026 yang mencakup festival budaya, acara olahraga, dan berbagai kegiatan lainnya.
Transportasi dan Konektivitas
Kota Banjarmasin sebagai pusat ekonomi dan Kota Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi dilayani oleh Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor yang melayani penerbangan dari dan ke berbagai kota besar di Indonesia. Pelabuhan Trisakti di Banjarmasin menjadi pintu masuk jalur laut yang menghubungkan Kalimantan Selatan dengan berbagai wilayah di Indonesia. Transportasi darat menghubungkan antar kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan melalui jaringan jalan yang terus ditingkatkan kualitasnya. Sungai-sungai besar seperti Sungai Barito dan Sungai Martapura juga masih menjadi jalur transportasi penting bagi masyarakat di pedalaman.
Dengan kekayaan alam, keanekaragaman budaya, pertumbuhan ekonomi yang pesat, dan potensi pariwisata yang besar, Provinsi Kalimantan Selatan terus bergerak maju untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan posisinya sebagai salah satu provinsi paling berpengaruh di Pulau Kalimantan. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
