Profil ID FOOD, Holding BUMN Pangan yang Terus Bertransformasi
JAKARTA, LELEMUKU.COM – PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang berbisnis dengan nama ID FOOD merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pangan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1964 sebagai kelanjutan dari nasionalisasi terhadap aset-aset milik konglomerat Oei Tiong Ham Concern (OTHC) yang ada di Indonesia. Pada tahun 2021, perusahaan ini ditunjuk sebagai induk holding BUMN pangan, dan pada Januari 2022 resmi meluncurkan identitas "ID FOOD" untuk memberikan arah dan fokus yang lebih jelas sebagai BUMN Holding Pangan.
Kehadiran Holding Pangan bertujuan untuk mewujudkan tiga objektif utama, yaitu mendukung ketahanan pangan nasional, meningkatkan inklusivitas petani, peternak dan nelayan, serta menjadi perusahaan pangan berkelas dunia. Pemerintah Indonesia memegang mayoritas saham perusahaan ini melalui Danantara. Saat ini, ID FOOD mengemban dua mandat sekaligus, yakni menjaga stabilitas harga pangan dan menjalankan bisnis perdagangan pangan secara sehat.
Sepanjang sejarahnya, perusahaan ini telah melalui berbagai fase transformasi. Pada akhir dekade 1980-an hingga 1990-an, perusahaan menggabungkan sejumlah anak usahanya dan melakukan ekspansi ke berbagai bidang, termasuk perkebunan kelapa sawit, teh, dan produksi sarung tangan. Pada tahun 1992, perusahaan membeli mayoritas saham PT Pabrik Gula Tjandi di Sidoarjo yang kemudian diubah namanya menjadi PT Pabrik Gula Candi Baru. Pada tahun 1994, Pemerintah Indonesia menyerahkan mayoritas saham PT Perkebunan XIV ke perusahaan ini, yang kemudian diubah namanya menjadi PT Pabrik Gula Rajawali II.
Pada tahun 2013, perusahaan meluncurkan jaringan minimarket Waroeng Rajawali, namun pada tahun 2015 pengembangannya dihentikan karena kesulitan bersaing dengan merek minimarket lain. Pada tahun 2022, perusahaan resmi meluncurkan ID FOOD sebagai identitas holding pangan.
Saat ini, ID FOOD terus melakukan penataan portofolio dan refocusing bisnis sebagai tindak lanjut arahan Danantara. Perusahaan melakukan divestasi sejumlah aset hingga pengalihan anak usaha. Tiga pabrik gula milik anak usahanya, yaitu PT Pabrik Gula Rajawali I, PT Pabrik Gula Rajawali II, dan PT Pabrik Gula Candi Baru, telah diakuisisi oleh Sugar Co. Dua anak usaha di sektor perkebunan lainnya, yakni PT Laras Astra Kartika dan PT Mitra Kerinci, juga akan dialihkan ke PTPN. Sementara itu, anak perusahaan seri A seperti PT Garam, PT Berdikari, PT Perikanan Indonesia, dan PT Sang Hyang Seri (SHS) akan diambil alih oleh Danantara.
ID FOOD juga menjalankan proyek hilirisasi pangan fase I melalui pembangunan poultry terintegrasi serta industri garam berkapasitas 380.000 ton per tahun. Proyek hilirisasi pangan tersebut merupakan bagian dari fase pertama enam proyek strategis Danantara Indonesia yang resmi memasuki tahap konstruksi melalui groundbreaking serentak di 13 lokasi pada 6 Februari 2026. ID FOOD melalui anak usahanya PT Berdikari meresmikan fasilitas hilirisasi poultry terintegrasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare itu ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein nasional dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, ID FOOD juga menargetkan merger bisnis gula dengan PTPN rampung pada semester II/2026 untuk memperkuat industri gula nasional dan mencapai swasembada. Konsolidasi ini akan membentuk satu holding gula nasional yang menguasai 60 persen market share di Indonesia.
Di sisi lain, ID FOOD mengembangkan program Warung Pangan untuk memperkuat ekosistem distribusi pangan serta memperluas jaringan kemitraan dengan para pedagang. Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, mengatakan penguatan jaringan Warung Pangan merupakan bagian dari peran perseroan sebagai BUMN pangan untuk menjaga stabilisasi harga. ID FOOD menargetkan jumlah mitra Warung Pangan meningkat menjadi 25.000 hingga 27.000 mitra pada akhir 2026. Hingga saat ini, sekitar 8.000 mitra binaan telah bergabung.
Perusahaan saat ini memiliki 42 cabang di berbagai daerah mulai dari Aceh hingga Papua yang masing-masing ditugaskan memperluas jaringan Warung Pangan. Warung Pangan merupakan program berkelanjutan yang akan dikembangkan di seluruh wilayah operasional ID Food. Program ini merupakan sistem yang menghubungkan warung tradisional dengan jaringan distribusi dan logistik perusahaan agar pasokan barang menjadi lebih cepat dan efisien.
Dalam upaya memperkuat posisinya di pasar global, ID FOOD juga merealisasikan ekspor perdana udang vaname ke Amerika Serikat. Hingga akhir 2026, ID FOOD menargetkan ekspor sebanyak 72 kontainer dengan nilai sekitar Rp218,5 miliar. ID FOOD juga telah mengembangkan sejumlah komoditas ekspor unggulan, termasuk kopi robusta dan arabika, teh premium, rumput laut, rotan dan furnitur kayu, serta damar. ID FOOD berkomitmen untuk terus bertransformasi dan berinovasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta menjadi perusahaan pangan berkelas dunia. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri