Keanekaragaman Hayati Provinsi Sumatera Barat
PADANG, LELEMUKU.COM – Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya dengan sumber keanekaragaman hayati. Sebagian besar wilayah Sumatera Barat masih terdapat hutan tropis alami dan dilindungi, sehingga berbagai spesies langka masih dapat dijumpai di provinsi ini, seperti Rafflesia arnoldii yang merupakan bunga terbesar di dunia, harimau sumatera, siamang, tapir, rusa, beruang, dan berbagai jenis burung dan kupu-kupu. Keanekaragaman hayati yang tinggi ini menjadikan Sumatera Barat sebagai salah satu kawasan konservasi prioritas di Indonesia.
Terdapat dua Taman Nasional di provinsi ini. Taman Nasional Siberut yang terdapat di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan Taman Nasional Kerinci Seblat yang wilayahnya membentang di empat provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.
Taman Nasional Siberut memiliki luas 190.500 hektare dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 407/Kpts-II/1993. Sebelumnya pada tahun 1981, pulau ini sudah ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO melalui proyek Man and Biosphere. Di Pulau Siberut tercatat antara lain 896 spesies tumbuhan berkayu, 31 spesies mamalia, dan 134 spesies burung. Terdapat empat spesies endemik primata yang terancam punah, yaitu siamang Mentawai atau bilou (Hylobates klossii), lutung atau joja (Presbytis potenziani), monyet Mentawai atau simakobu (Simias concolor), dan beruk atau bokoi (Macaca pagensis). Sekitar 65 persen dari spesies mamalia dan 15 persen dari fauna di Siberut bersifat endemik.
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) merupakan taman nasional terbesar di Sumatera dengan luas 1.368.000 hektare yang berada di perbatasan empat provinsi. TNKS merupakan benteng terakhir bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik. Di sana tumbuh padma raksasa (Rafflesia arnoldii) dan bunga bangkai (Amorphophallus titanum) yang sangat langka. Taman ini memiliki sekitar 4.000 jenis tumbuhan, di mana sekitar 60 persen di antaranya berada di hutan dataran rendah. TNKS merupakan habitat utama bagi sejumlah mamalia besar yang terkenal di Asia Tenggara, termasuk gajah sumatera, badak sumatera, harimau sumatera, tapir, dan macan tutul. Di kawasan ini juga terdapat 371 spesies burung dan 110 dari 199 spesies mamalia yang ada di Sumatera.
Selain kedua taman nasional tersebut, terdapat juga beberapa cagar alam lainnya, yaitu Cagar Alam Rimbo Panti, Cagar Alam Lembah Anai, Cagar Alam Batang Palupuh, Cagar Alam Air Putih di daerah Kelok Sembilan, Cagar Alam Lembah Harau, Cagar Alam Beringin Sakti, dan Taman Raya Bung Hatta.
Cagar Alam Rimbo Panti terletak di Kabupaten Pasaman dan ditetapkan berdasarkan Gubernur Besluit (Keputusan Gubernur Hindia Belanda) No. 34 staatblat 420 pada tanggal 8 Juni 1932 dengan luas awal 3.120 hektare. Kawasan ini memiliki lebih dari 123 jenis fauna, yang meliputi 11 jenis ikan, 4 jenis amfibi, 8 jenis reptil, 81 jenis burung, 18 jenis mamalia, dan 28 jenis flora. Cagar Alam Rimbo Panti memiliki kekhasan berupa keragaman jenis Dipterocarpaceae, yaitu kelompok tumbuhan bernilai ekologis dan ekonomis tinggi yang relatif jarang dijumpai di kawasan konservasi lain di Sumatera Barat. Beberapa jenis flora langka dan dilindungi yang ditemukan di sini antara lain Amorphophallus titanum (bunga bangkai), Rafflesia arnoldii (padma raksasa), Morus macroura (Andalas), serta berbagai jenis anggrek hutan. Fauna penting yang masih dapat dijumpai antara lain rusa, tapir, siamang, harimau sumatera, dan beruang madu.
Cagar Alam Lembah Anai terletak di perbatasan Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar. Kawasan ini dikenal karena keindahan alamnya yang memadukan lembah, sungai, air terjun, dan hutan tropis yang masih terjaga. Beberapa jenis flora yang ditemukan di kawasan ini antara lain pohon meranti, damar, gaharu, dan bunga bangkai (Amorphophallus titanum).
Cagar Alam Batang Palupuh yang berlokasi di Jorong Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kabupaten Agam, memiliki luas area 3,4 hektare dan merupakan rumah besar bagi beragam flora dan fauna langka di Ranah Minang. Kawasan ini merupakan konservasi flora langka, khususnya Rafflesia arnoldii, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1930. Sejak ditemukannya bunga langka di lokasi tersebut, kawasan itu kemudian ditetapkan sebagai Cagar Alam Batang Palupuh oleh Pemerintah Belanda lewat Gubernur Besluit No 3 STBL No 402 pada 14 November 1930. Bunga rafflesia di Kabupaten Agam tersebar di 17 kecamatan, termasuk Kecamatan Palembayan, Tanjungraya, Palupuh, Baso, Kamangmagek, Tilatangkamang, Malalak, dan Matur.
Cagar Alam lainnya yang ada di Sumatera Barat meliputi Cagar Alam Air Putih (23.467 ha), Cagar Alam Air Terusan (25.177 ha), Cagar Alam Arau Hilir (5.377 ha), Cagar Alam Barisan I (74.821 ha), Cagar Alam Lembah Harau (270,50 ha), Cagar Alam Malampah Alahan Panjang (36.919 ha), Cagar Alam Maninjau Utara-Selatan (22.106 ha), Cagar Alam Pangean I (12.200 ha), dan Cagar Alam Pangean II (33.580,10 ha).
Sumatera Barat juga menjadi habitat bagi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), spesies kharismatik yang dilindungi oleh peraturan hukum di Indonesia karena populasinya yang semakin kritis dan berada dalam status Critically Endangered pada IUCN Redlist. Di Taman Nasional Kerinci Seblat, perkiraan populasi harimau sebanyak 115-130 ekor. Di wilayah lain di Sumatera Barat tercatat sekitar 70 hingga 100 ekor harimau, sedangkan untuk lanskap yang terbentang dari Cagar Alam Maninjau hingga ke Batang Gadis tercatat sekitar 100 ekor. Terdapat 12 lansekap konservasi harimau di Sumatera Barat, di antaranya adalah Lansekap Batang Hari yang merupakan bagian dari Kerinci Seblat.
Kekayaan hayati Sumatera Barat menghadapi berbagai ancaman, termasuk alih fungsi lahan, penebangan liar, dan perambahan hutan. Dengan kondisi habitat yang semakin menyempit, satwa liar seperti harimau sumatera kerap masuk ke permukiman dan memangsa ternak warga. Upaya konservasi terus dilakukan untuk melindungi keanekaragaman hayati yang menjadi salah satu kekayaan alam terpenting provinsi ini. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri