Ralf Rangnick Bawa Era Baru: Inilah Sejarah, Prestasi, Skuat Resmi, dan Kebangkitan Timnas Austria Menuju Piala Dunia 2026

Ralf Rangnick Bawa Era Baru: Inilah Sejarah, Prestasi, Skuat Resmi, dan Kebangkitan Timnas Austria Menuju Piala Dunia 2026

VIENNA, LELEMUKU.COM - Tim nasional sepak bola Austria menorehkan tinta emas baru dalam sejarah sepak bola mereka dengan memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara. Di bawah komando arsitek taktik asal Jerman, Ralf Rangnick, tim berjuluk Das Nationalteam ini berhasil mengakhiri penantian panjang selama dua puluh delapan tahun lamanya untuk kembali bersaing di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia, setelah terakhir kali berpartisipasi pada edisi 1998 di Prancis.

Asosiasi Sepak Bola Austria atau OEFB memiliki akar sejarah yang sangat panjang sejak didirikan pada tanggal 18 Maret 1904 di masa Kekaisaran Austro-Hungaria. Sepanjang sejarahnya, Austria mengalami masa kejayaan paling ikonik pada era 1930-an. Di bawah asuhan pelatih legendaris Hugo Meisl, tim mereka sangat ditakuti di daratan Eropa hingga mendapat julukan Wunderteam atau Tim Keajaiban.

Dipimpin oleh pemain bintang Matthias Sindelar, Wunderteam menorehkan prestasi luar biasa termasuk menjadi tim Eropa daratan pertama yang mengalahkan Skotlandia pada tahun 1931, meraih peringkat keempat di Piala Dunia 1934, serta menyabet medali perak di Olimpiade Berlin 1936. Namun, momentum emas ini terhenti secara tragis pada tahun 1938 ketika peristiwa Anschluss membuat Austria dianeksasi oleh Nazi Jerman, yang berujung pada pembubaran asosiasi dan peleburan paksa para pemain Austria ke dalam tim nasional Jerman untuk Piala Dunia 1938.

Setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua, Austria kembali membangun kekuatan sepak bola mereka dan berhasil meraih prestasi tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, yaitu menempati peringkat ketiga pada edisi 1954 di Swiss. Dalam turnamen tersebut, Austria juga mencatatkan rekor abadi FIFA yang belum terpecahkan hingga hari ini, yaitu kemenangan dramatis 7-5 atas tuan rumah Swiss yang menjadi pertandingan dengan jumlah gol terbanyak dalam satu laga Piala Dunia.

Setelah era tersebut, performa Austria sempat mengalami pasang surut yang signifikan pada dekade-dekade berikutnya. Mereka sempat bangkit pada era 1970-an dan 1980-an dengan lolos ke putaran kedua Piala Dunia 1978 dan 1982, yang diwarnai laga kontroversial melawan Jerman Barat di Gijon. Memasuki era milenial, Austria sempat mencicipi tampil di Piala Eropa 2008 karena status mereka sebagai tuan rumah bersama Swiss, sebelum akhirnya konsisten lolos lewat jalur kualifikasi pada edisi 2016, 2020, dan 2024. Kebangkitan modern ini mencapai puncaknya di Piala Eropa 2024 saat mereka secara mengejutkan menjuarai grup neraka di atas Prancis dan Belanda.

Dalam kancah internasional, Austria memiliki rivalitas geografis dan historis yang sangat kental. Pertemuan mereka dengan tetangga dekat, Hungaria, tercatat sebagai laga internasional kedua yang paling sering dimainkan dalam sejarah sepak bola dunia. Namun dari sisi emosional, Jerman tetap menjadi rival utama Das Nationalteam sejak era pasca-Perang Dunia Kedua.

Dari segi identitas visual, kostum kandang tradisional Austria awalnya adalah kemeja putih dengan celana pendek hitam yang terinspirasi dari Ordo Teutonik. Namun sejak tahun 2004, pelatih dan penyerang legendaris Hans Krankl mengubah tradisi tersebut dengan menjadikan warna merah sebagai kostum utama yang dipadukan dengan celana putih dan kaus kaki merah, agar selaras dengan warna bendera nasional Austria serta membedakan identitas mereka secara jelas dari tim negara tetangga.

Komposisi Skuat Resmi Piala Dunia 2026


Untuk menghadapi persaingan ketat di Grup J Piala Dunia 2026 bersama Argentina, Aljazair, dan Yordania, pelatih Ralf Rangnick telah memanggil komposisi dua puluh enam pemain terbaiknya. Di sektor penjaga gawang, Austria mempercayakan tempat kepada Alexander Schlager dari Red Bull Salzburg, Patrick Pentz dari Brondby, serta kiper muda Florian Wiegele dari Viktoria Plzen.

Lini belakang dipimpin langsung oleh sang kapten utama yang bermain untuk Real Madrid, David Alaba. Ia akan mengomandoi barisan pertahanan bersama Kevin Danso dari Tottenham Hotspur, Stefan Posch dari Mainz, Philipp Lienhart dari Freiburg, Phillipp Mwene dari Mainz, Alexander Prass dari Hoffenheim, Marco Friedl dari Werder Bremen, serta Michael Svoboda dari Venezia.

Sektor lini tengah Austria dipenuhi oleh para pemain kreatif yang bermain di kompetisi elit Eropa, seperti Marcel Sabitzer dari Borussia Dortmund, Nicolas Seiwald dari RB Leipzig, Xaver Schlager dari RB Leipzig, Florian Grillitsch dari Braga, Romano Schmid dari Werder Bremen, Konrad Laimer dari Bayern Munich, Patrick Wimmer dari Wolfsburg, Alessandro Schoepf dari Wolfsberger AC, serta dua pemain muda berbakat Carney Chukwuemeka dari Borussia Dortmund dan Paul Wanner dari PSV Eindhoven.

Sementara untuk mendulang gol, lini serang Austria bertumpu pada ketajaman penyerang veteran sekaligus pemilik rekor penampilan dan gol terbanyak sepanjang masa mereka, Marko Arnautovic dari Red Star Belgrade. Penyerang berpengalaman ini akan ditopang oleh bomber tajam Michael Gregoritsch dari Augsburg serta Sasa Kalajdzic dari LASK. Austria akan memulai laga perdana grup dengan menghadapi Yordania pada tanggal 16 Juni di Santa Clara, Amerika Serikat. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya