Era Baru Bosnia dan Herzegovina : Inilah Sejarah, Rivalitas, dan Langkah Mantap Zmajevi Menuju Piala Dunia 2026
SARAJEVO, LELEMUKU.COM - Tim nasional sepak bola pria Bosnia dan Herzegovina bersiap kembali menggebrak panggung sepak bola global pada Piala Dunia FIFA 2026. Tim yang memiliki julukan resmi Zmajevi atau Naga ini datang dengan modal sangat percaya diri setelah berhasil mengamankan tiket kelolosan ke putaran final di bawah arahan pelatih kepala Sergej Barbarez. Keberhasilan ini sekaligus menandai partisipasi kedua mereka sepanjang sejarah sebagai negara independen di ajang empat tahunan tersebut sejak pertama kali debut pada tahun 2014 silam. Skuat Naga berada di bawah naungan badan pengatur Asosiasi Sepak Bola Bosnia dan Herzegovina yang berafiliasi dengan Konfederasi Sepak Bola Eropa atau UEFA serta badan dunia FIFA.
Sebelum memisahkan diri menjadi negara merdeka, para pesepak bola asal Bosnia dan Herzegovina berkompetisi dengan memakai seragam tim nasional Yugoslavia dari tahun 1920 hingga 1992. Setelah runtuhnya negara federasi tersebut akibat gejolak perang, sebuah kekuatan sepak bola baru resmi lahir dari abu konflik. Perjalanan awal mereka di kancah internasional harus dilalui dengan perjuangan berat saat pertama kali mengikuti kualifikasi Piala Dunia 1998, yang kemudian berlanjut pada serangkaian hasil mengecewakan pada kualifikasi Euro 2000 dan Piala Dunia 2002.
Langkah bersejarah akhirnya tercipta saat Bosnia dan Herzegovina berhasil lolos ke turnamen mayor pertama mereka pada Piala Dunia 2014 di Brasil setelah menumbangkan Lituania di laga penentu pada Oktober 2013. Di bawah asuhan Safet Sušić, generasi tersebut mencatatkan kemenangan historis pertama mereka di Piala Dunia dengan melibas Iran 3-1. Namun langkah mereka harus terhenti di fase grup setelah menempati peringkat ketiga, di mana mereka kalah tipis dari Argentina serta Nigeria akibat gol penyerang utama Edin Džeko yang dianulir secara kontroversial oleh wasit. Setelah momen pembuktian di Brasil tersebut, tim nasional Bosnia sempat mengalami pasang surut performa termasuk kegagalan beruntun menembus putaran final Piala Eropa.
Kebangkitan nyata kembali hadir menjelang pertengahan dekade 2020-an di bawah komando mantan kapten legendaris mereka, Sergej Barbarez. Melalui skema kualifikasi yang dramatis sepanjang tahun 2025, pasukan Barbarez sukses finis sebagai runner-up grup di bawah Austria setelah bermain imbang satu sama pada laga pamungkas. Memasuki babak playoff yang krusial pada Maret 2026, Naga menunjukkan mental baja dengan menyingkirkan Wales melalui adu penalti, sebelum akhirnya mengunci tiket lolos ke Amerika Utara setelah kembali menang adu penalti atas raksasa sepak bola Italia di Zenica. Sepanjang sejarah tim, sang kapten Edin Džeko masih memegang rekor penampilan terbanyak dengan 148 caps sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan koleksi 73 gol.
Rivalitas Sengit di Panggung Internasional
Seiring perjalanan sejarahnya, Bosnia dan Herzegovina memiliki beberapa rivalitas sengit yang terbangun di atas lapangan hijau. Di level kompetisi Eropa, mereka membangun persaingan kompetitif yang panas dengan negara kuat seperti Portugal dan Republik Irlandia akibat beberapa kali dipertemukan dalam babak playoff hidup-mati yang menentukan langkah kelolosan ke turnamen mayor. Selain itu, mereka juga terlibat persaingan regional yang ketat saat bersua tim-tim dari kawasan semenanjung Balkan demi menegaskan dominasi sepak bola di wilayah bekas pecahan Yugoslavia.
Zmajevi sangat identik dengan identitas kostum tradisional kombinasi warna biru dan putih yang diambil dari representasi warna bendera nasional mereka. Pola warna ini sempat digunakan secara terbalik pada awal berdirinya tim karena bendera Republik Bosnia dan Herzegovina sebelum Perjanjian Dayton didominasi oleh warna putih. Mulai tahun 2023, hak penyediaan seragam timnas dipegang oleh perusahaan olahraga asal Spanyol, Kelme, dengan dukungan sponsor utama dari perusahaan telekomunikasi m:tel serta jenama global Coca-Cola.
Dalam menggelar pertandingan kandang, Bosnia dan Herzegovina memusatkan sebagian besar laga internasional mereka di Stadion Bilino Polje yang terletak di kota Zenica. Stadion ini menjadi benteng keramat yang terkenal angker bagi tim tamu karena gemuruh atmosfer magis yang dihadirkan oleh kelompok suporter militan mereka seperti BHFanaticos, Belaj Boys, dan BHLegion. Selain di Zenica, tim nasional Naga juga sesekali menggunakan Stadion Grbavica dan Stadion Asim Ferhatović Hase yang berada di ibu kota Sarajevo untuk menggelar laga persahabatan.
Untuk komposisi skuat resmi yang akan dibawa menuju putaran final di Amerika Utara, pelatih Sergej Barbarez mengombinasikan pilar senior dengan barisan pemain muda potensial. Sektor penjaga gawang utama dipercayakan kepada Nikola Vasilj dari FC St. Pauli, didampingi kiper muda Mladen Jurkas dan Martin Zlomislić. Lini pertahanan kokoh akan dikomandoi oleh bek veteran Sead Kolašinac dari Atalanta bersama Amar Dedić dari Benfica dan Nikola Katić. Sementara untuk juru gedor utama, barisan penyerang masih dipimpin oleh striker gaek Edin Džeko dari Schalke 04 serta Ermedin Demirović dari VfB Stuttgart yang siap berjuang memberikan kejutan besar bagi publik sepak bola dunia. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
