Teknologi Tepat Guna untuk Papua, Unika Fajar Timur Rancang Inovasi Sederhana bagi Kampung Terpencil

Teknologi Tepat Guna untuk Papua, Unika Fajar Timur Rancang Inovasi Sederhana bagi Kampung Terpencil

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Ketika sebagian kampung di pedalaman Papua masih berjuang mendapatkan sinyal telepon dan aliran listrik yang stabil, bicara tentang transformasi digital rasanya seperti mengucapkan janji yang jauh dari jangkauan. Namun justru di celah itulah Universitas Katolik Fajar Timur Papua melihat peluang untuk hadir dengan solusi yang berbeda dari arus utama teknologi nasional.

Kepala LPPM Unika Fajar Timur Papua, DR drg Aloisius Giyai MKes, menegaskan bahwa dalam pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di Papua, strategi yang diterapkan harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan infrastruktur digital yang belum merata. Ia menilai bahwa teknologi canggih yang tidak dapat dioperasikan di lapangan tidak akan memberikan manfaat apa pun bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

"Tugas LPPM adalah mendorong teknologi tepat guna, bukan sekadar teknologi tinggi yang sulit diterapkan. LPPM harus menjadi pusat inovasi teknologi sosial yang sederhana, murah, dan sesuai kebutuhan masyarakat lokal," ujarnya pada 4 Mei 2026.

Sejumlah program inovatif pun dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Di antaranya adalah pengembangan pembelajaran daring yang dapat berjalan secara offline untuk daerah tanpa koneksi internet, aplikasi kesehatan berbasis offline yang dapat digunakan oleh tenaga medis di puskesmas terpencil, sistem informasi kampung yang sederhana namun fungsional, serta pelatihan literasi digital bagi guru dan pelajar di daerah-daerah yang selama ini tertinggal dalam arus informasi.

Di bidang energi, LPPM Unika Fajar Timur Papua juga merencanakan riset tentang energi mikrohidro dan tenaga surya sebagai solusi kelistrikan berkelanjutan bagi kampung-kampung yang belum terjangkau jaringan PLN. Potensi sumber daya air dan matahari yang melimpah di Papua dinilai sebagai modal alam yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat lokal.

Giyai menekankan bahwa studi tentang kesenjangan digital di kawasan Papua menunjukkan akses, keterjangkauan, dan keterampilan digital adalah tiga faktor utama yang harus diatasi secara bersamaan agar teknologi benar-benar berdampak bagi pembangunan Papua dari bawah. (Laura)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya