Disdikbud Papua Selatan Gelar Workshop Pemetaan Anak Tidak Sekolah di Merauke
MERAUKE, LELEMUKU.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Selatan memperkuat sistem pendidikan melalui workshop Pendataan Identifikasi Penanganan dan Pemetaan Anak Tidak Sekolah yang melibatkan empat kabupaten di Papua Selatan serta narasumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (6-8/5/2026), di Hotel Halogen Merauke.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyampaikan harapannya agar workshop ini dapat memberikan gambaran dan wawasan yang komprehensif mengenai cara mendata dan menangani anak-anak usia sekolah, mulai dari usia 5-6 tahun, yang tidak bersekolah. Ia menekankan bahwa pertumbuhan dan peradaban saat ini berubah sangat cepat, sehingga diperlukan pendataan yang valid dan akurat agar penanganan serta pembangunan di bidang pendidikan tepat sasaran.
“Sekarang dengan sistem aplikasi komputer, orang bisa mengerjakan pekerjaan yang sulit dan kompleks dalam hitungan detik,” ujarnya. Apolo mengingatkan bahwa jika tidak mengupgrade kapasitas, meningkatkan kompetensi, dan kualitas anak-anak, maka akan tertinggal jauh.
Gubernur juga menjelaskan bahwa saat ini dunia sedang memasuki era kuantum atau era algoritma, yaitu era ketergantungan antara satu entitas dengan yang lain. Tidak ada lagi komponen yang bisa berdiri sendiri karena semuanya saling bergantung.
“Kalau di alam semesta ini terjadi satu perubahan terhadap satu planet, maka akan mempengaruhi tata surya terhadap planet yang lain,” kata dia.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan adalah menghasilkan manusia yang seutuhnya. Apolo menjelaskan bahwa manusia yang utuh minimal harus memiliki tiga unsur dalam kegiatan sistem pendidikan dan kurikulum: pertama, pendidikan nilai-nilai kemanusiaan universal (value education) yang berisi kejujuran, keadilan, disiplin, serta menghargai dan menghormati orang lain; kedua, pengetahuan dan teknologi (knowledge education); ketiga, keterampilan atau life skill education.
“Kalau anak itu punya ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan yang tinggi, kompetensinya bagus, kualifikasinya bagus tetapi orangnya tidak jujur, tidak menghargai orang lain, tidak disiplin maka bukan manusia yang utuh,” ujarnya. (Joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri