Densus 88 Jabar Latih 142 Guru BK Cirebon Cegah Radikalisme

Densus 88 Jabar Latih 142 Guru BK Cirebon Cegah Radikalisme

CIREBON, LELEMUKU.COM – Densus 88 AT Polri Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Cirebon menggelar workshop pencegahan radikalisme untuk 142 guru BK se-Kabupaten Cirebon, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Rumah Makan Ayam Umbaran, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas tenaga pendidik menghadapi ancaman penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang menyasar anak-anak melalui ruang digital.

Tim Satgaswil Jabar Densus 88 AT Polri yang hadir dipimpin Kompol H. Satori bersama empat personel lainnya. Turut hadir perwakilan Dinas Pendidikan, DPPKBP3A, serta jajaran pemerintah daerah Kabupaten Cirebon.

Ketua MGBK Kabupaten Cirebon Mohamad Irfanul Firdaus menyampaikan kegiatan ini merupakan tindak lanjut koordinasi lintas instansi untuk langkah preventif penanganan anak yang membutuhkan perlindungan khusus akibat paparan radikalisme di media sosial.

Kabid Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Muhamad Rukhyat Zain menegaskan pentingnya peran Guru BK sebagai pendamping sekaligus pelindung siswa di lingkungan sekolah. "Guru harus memahami karakter anak didiknya, melakukan pendekatan psikologis, dan menjadi teladan agar anak-anak tidak terjerumus pada pengaruh negatif, termasuk radikalisme di media sosial," ujarnya.

Dalam sesi materi, Tim Pencegahan Satgaswil Jabar memaparkan definisi intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme serta tren modus terbaru yang menjadikan anak-anak sebagai target melalui media sosial dan game online.

Kompol Satori menjelaskan bullying dan lingkungan digital yang tidak sehat menjadi faktor kerentanan anak terpapar paham radikal. "Bullying dan lingkungan digital yang tidak sehat menjadi salah satu faktor kerentanan anak terpapar paham radikal. Karena itu, guru BK memiliki posisi penting dalam melakukan deteksi dini dan pendampingan," jelasnya.

DPPKBP3A Kabupaten Cirebon melalui Siti Aisyah juga memberikan materi terkait teori kelekatan anak dengan pengasuh serta perkembangan psikososial sebagai bagian penting dalam membangun karakter dan ketahanan mental anak.

Kegiatan diharapkan membangun sinergi antara Densus 88 AT Polri, pemerintah daerah, dan tenaga pendidik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mampu melindungi generasi muda dari pengaruh radikalisme di ruang digital. "Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama pencegahan radikalisme sejak dini di lingkungan pendidikan," tambah Satori. (Joe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya