Densus 88 AT Polri dan Universitas Borneo Tarakan Perkuat Moderasi Beragama Lewat Seminar Ideologi

Densus 88 AT Polri dan Universitas Borneo Tarakan Perkuat Moderasi Beragama Lewat Seminar Ideologi

TARAKAN, LELEMUKU.COM – Satgaswil Kalimantan Utara Densus 88 AT Polri memperkuat upaya deradikalisasi berbasis pendekatan humanis melalui seminar bertajuk Transformasi Ideologi Jamaah Islamiyah: Jalan Menuju Wasathiyah. Kegiatan hasil kolaborasi dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT) ini berlangsung di Auditorium UBT pada Selasa, 28 April 2026.

Seminar tersebut menghadirkan tokoh penting, mulai dari pimpinan universitas, pejabat Pemprov Kaltara, Ombudsman, hingga tokoh ormas Islam. Sekitar 200 mahasiswa serta sejumlah eks anggota Jamaah Islamiyah (JI) di wilayah Kalimantan Utara turut mengikuti jalannya diskusi yang membahas penguatan ideologi bangsa.

Narasumber yang hadir meliputi Ustad Para Wijayanto, Ustad Wiji Joko, Gus Najih Arromadhoni, dan IPTU Eddy Sofyan. Mereka memberikan pemaparan komprehensif terkait perjalanan, transformasi, serta langkah konkret pencegahan radikalisme di Indonesia.

Ustad Para Wijayanto menjelaskan perjalanan panjang JI hingga momen pembubaran organisasi tersebut pada 30 Juni 2024. Menurutnya, pembubaran ini merupakan buah dari proses panjang yang mengombinasikan penegakan hukum dengan pendekatan dialogis guna menyentuh kesadaran ideologis para anggotanya.

Sementara itu, Ustad Wiji Joko menekankan pentingnya menyelaraskan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa semangat membela agama harus berjalan seiring dengan semangat membela negara agar tidak terjadi pertentangan ideologi di tengah masyarakat.

Gus Najih Arromadhoni menyoroti ancaman radikalisme di era digital yang semakin kompleks. Ia mengungkapkan bahwa kelompok radikal kini sangat adaptif dengan memanfaatkan algoritma media sosial dan game online untuk menyasar generasi muda sebagai target rekrutmen.

IPTU Eddy Sofyan menambahkan bahwa dunia pendidikan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan ideologi. Ia mendorong penguatan edukasi, literasi digital, dan wawasan kebangsaan di lingkungan kampus untuk menangkal paham ekstremisme sejak dini.

Kegiatan ini membuktikan bahwa penanganan terorisme kini mengedepankan pendekatan lunak (soft approach) melalui edukasi dan pembinaan. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat ketahanan ideologi bangsa, terutama di kalangan generasi muda Kalimantan Utara. (Roe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya