Starmer dan Trump Bahas Kebutuhan Mendesak Buka Kembali Selat Hormuz
LONDON, LELEMUKU.COM – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pembicaraan telepon pada Minggu (26/4/2026) membahas kebutuhan mendesak untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, demikian pernyataan juru bicara Kantor Downing Street.
Kedua pemimpin sepakat bahwa kelumpuhan jalur pelayaran strategis ini telah menimbulkan konsekuensi serius bagi ekonomi global dan biaya hidup masyarakat di berbagai negara.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis setelah percakapan tersebut, juru bicara Starmer mengutip bahwa para pemimpin membahas "kebutuhan mendesak untuk menggerakkan kembali pelayaran di Selat Hormuz, mengingat konsekuensi parah bagi ekonomi global dan biaya hidup bagi masyarakat di Inggris dan seluruh dunia".
Pernyataan itu juga menambahkan bahwa Perdana Menteri Starmer menyampaikan perkembangan terbaru dari inisiatif bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memulihkan kebebasan navigasi di selat tersebut.
Kebutuhan mendesak ini muncul di tengah situasi kritis di Selat Hormuz, yang selama ini merupakan jalur energi tersibuk di dunia. Sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari 2026, lalu lintas pelayaran komersial di selat yang memisahkan Iran dan Oman itu praktis lumpuh total.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan volume lalu lintas kapal telah merosot hingga 97 persen dari kondisi normal sebelum perang.
Juru bicara Kantor Downing Street juga mengonfirmasi bahwa Starmer menguraikan kemajuan terbaru di bawah inisiatif bersama dengan Presiden Macron untuk memulihkan kebebasan navigasi di selat tersebut.
Selat Hormuz, yang lebarnya hanya 33 kilometer pada titik tersempitnya, merupakan jalur keluar laut satu-satunya bagi produsen minyak utama Teluk seperti Arab Saudi, Iran, UEA, Kuwait, dan Irak.
Sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) biasanya melewati selat ini, menjadikannya titik penyempitan energi paling sensitif di dunia.
Qatar, salah satu eksportir LNG terbesar dunia, mengirimkan hampir seluruh pasokannya melalui perairan ini. Kelumpuhan selat telah memicu lonjakan harga energi global dan mengancam pasokan pangan, mengingat sekitar 33 persen pupuk dunia juga melintasi jalur tersebut.
Sejak konflik pecah, Iran dan AS telah memberlakukan blokade masing-masing yang membuat lalu lintas kapal nyaris berhenti total. Iran diketahui telah menyita sejumlah kapal asing, menembaki kapal tanker, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah modern memberlakukan biaya lintas bagi kapal yang melewati selat tersebut.
Di sisi lain, AS memberlakukan blokade laut terhadap semua pelabuhan Iran. Akibatnya, ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut dilaporkan terjebak di dalam Teluk, tidak dapat keluar karena ancaman keselamatan. Kapal tanker minyak super yang membawa jutaan barel minyak mentah terpaksa berlabuh jangkar di perairan terbuka di pintu masuk selat.
Panggilan telepon antara Starmer dan Trump ini terjadi hanya beberapa hari setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth secara blak-blakan mengkritik sekutu-sekutu Washington. Hegseth menyatakan bahwa "era menumpang gratis sudah berakhir" dan membuka kembali Selat Hormuz "seharusnya bukan pertempuran Amerika sendirian", merujuk pada upaya multilateral yang dipimpin Inggris dan Prancis.
Sebelumnya, Perdana Menteri Starmer telah berulang kali menegaskan bahwa Inggris tidak akan mendukung blokade AS terhadap Iran dan tidak akan terseret ke dalam konflik. Sebaliknya, Inggris bersama Prancis berinisiatif membentuk misi multilateral yang murni defensif terpisah dari pihak-pihak yang berperang untuk menjaga keamanan jalur pelayaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal pasti kapan Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk pelayaran komersial. Baik Iran maupun AS belum menunjukkan tanda-tanda akan melonggarkan blokade mereka, sementara upaya-upaya diplomatik di Islamabad, Pakistan, masih terus berlangsung tanpa hasil yang nyata. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri