Smart Port Challenge 2026 Diperluas, Dorong Startup Maritim Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
SINGAPURA, LELEMUKU.COM – Maritime and Port Authority of Singapore bersama NUS Enterprise resmi meluncurkan edisi ke-10 program PIER71 Smart Port Challenge (SPC) dalam ajang Singapore Maritime Week 2026 dengan sejumlah pembaruan untuk memperkuat pertumbuhan startup maritim.
Peluncuran program ini dihadiri oleh Murali Pillai, Chief Executive MPA Ang Wee Keong, serta Wakil Presiden NUS Enterprise Profesor Benjamin Tee. Kegiatan tersebut menarik lebih dari 200 peserta internasional, mulai dari startup, investor, hingga mitra industri, yang menunjukkan tingginya minat global terhadap ekosistem inovasi maritim di Singapura.
Sejak diluncurkan pada 2018, program PIER71 telah mendukung sekitar 170 startup yang secara kolektif berhasil menghimpun pendanaan lebih dari 150 juta dolar Singapura. Salah satu contoh keberhasilan adalah Groundup.ai yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memprediksi kerusakan peralatan dan meningkatkan kinerja aset, serta telah berekspansi ke Asia dan Timur Tengah dengan pendanaan jutaan dolar.
Pada edisi 2026, SPC menghadirkan dua inisiatif baru untuk mendorong pertumbuhan startup ke tahap berikutnya. Program Mentors-in-Residence Plus (MIR+) dirancang untuk menghubungkan startup dengan profesional maritim berpengalaman serta mitra akselerator internasional guna mempercepat ekspansi pasar. Sementara itu, Venture2Capital difokuskan untuk membuka akses pendanaan melalui koneksi dengan investor, pelatihan penggalangan dana, serta dukungan strategis.
Selain itu, MPA juga memperkenalkan jalur inovasi dalam skema Maritime Cluster Fund – Business Development yang bertujuan memperkuat kemampuan inovasi dan pengembangan teknologi perusahaan maritim di Singapura. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan Singapura sebagai pusat inovasi maritim yang kompetitif secara global.
Pada 2026, SPC juga memperluas jangkauan global dengan menjalin keterlibatan di berbagai negara seperti China, Prancis, India, Belanda, Korea Selatan, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat. Upaya ini bertujuan menghubungkan startup dengan investor serta mitra industri sekaligus memperkenalkan peluang di sektor maritim Singapura.
Program SPC 2026 membuka 20 peluang inovasi di empat bidang utama, yaitu pelabuhan generasi baru, pelayaran pintar, teknologi maritim ramah lingkungan, dan digitalisasi. Startup yang lolos seleksi akan mengikuti program akselerasi selama 10 minggu yang mencakup pendampingan, pelatihan, serta validasi pasar.
Peserta terbaik akan mendapatkan penghargaan pada Grand Finale yang dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026. Setelah program berakhir, startup juga berkesempatan memperoleh dukungan dari Maritime Innovation and Technology Fund untuk pengembangan proyek dan implementasi teknologi.
Chief Executive MPA, Ang Wee Keong, menegaskan bahwa fokus program kini tidak hanya pada penciptaan ide, tetapi juga pada implementasi nyata di industri. “Kami ingin membantu lebih banyak startup berkembang dari tahap uji coba menuju penerapan nyata, sekaligus memperkuat posisi Singapura sebagai pusat inovasi maritim global,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Vice President NUS, Dr Tan Sian Wee, menekankan bahwa tantangan terbesar dalam inovasi maritim adalah skalabilitas. Ia menyebut bahwa kolaborasi antara startup, industri, dan investor menjadi kunci dalam memperluas dampak inovasi ke pasar global.
Pendaftaran untuk program SPC 2026 dibuka hingga 15 Juni 2026, memberikan peluang bagi startup dari seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam pengembangan solusi inovatif di sektor maritim. (joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
