PM Marape Sambut Bantuan Australia untuk Selidiki Proses Rekrutmen PNG Defence Force
PORT MORESBY, LELEMUKU.COM – Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Papua Nugini James Marape menyambut baik bantuan Pemerintah Australia yang menyediakan perwira senior Angkatan Pertahanan Australia untuk mendukung penyelidikan independen terhadap proses rekrutmen Papua New Guinea Defence Force.
Perdana Menteri Marape mengonfirmasi bahwa Brigadir Nick Foxall telah ditunjuk oleh Kepala Angkatan Pertahanan Australia untuk membantu peninjauan tersebut, bekerja bersama Kantor Kepala Sekretaris Negara dan Kantor Pengacara Negara.
“Ini adalah langkah penting dan mencerminkan keseriusan kami dalam menangani masalah ini,” ujar Perdana Menteri Marape.
“Keterlibatan perwira senior Angkatan Pertahanan Australia dengan pangkat Brigadir, bersama pimpinan pemerintah pusat kita, menunjukkan komitmen kami untuk memastikan penyelidikan yang kredibel, independen, dan menyeluruh,” katanya.
Brigadir Foxall memiliki pengalaman luas, terakhir menjabat sebagai Direktur Jenderal Komitmen Strategis Militer yang mengawasi operasi strategis Angkatan Pertahanan Australia, serta pernah menjadi Komandan Brigade ke-1 Angkatan Darat Australia.
Perdana Menteri Marape menyatakan bahwa Papua Nugini akan segera mengonfirmasi pengaturan untuk memfasilitasi kedatangan Brigadir Foxall ke negara ini agar dapat segera memulai tugasnya.
“Ini bukan proses ringan. Kami menghadirkan tingkat keahlian dan kepemimpinan tertinggi untuk mengungkap apa yang terjadi dan memperbaiki sistem sekali untuk selamanya,” ujarnya.
Perdana Menteri Marape kembali mengimbau seluruh anggota Papua New Guinea Defence Force untuk tetap tenang, disiplin, dan bekerja sama penuh dalam proses penyelidikan.
“Saya meminta seluruh personel Angkatan Pertahanan untuk tetap tenang, bersabar, dan bekerja sama sepenuhnya dengan proses penyelidikan. Semua whistleblower dan pihak yang memiliki informasi relevan diimbau untuk maju dan menyampaikan bukti. Jika Anda melaporkan kesalahan, Anda tidak akan dihukum,” katanya.
Marape menekankan bahwa penyelidikan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk memperkuat dan memodernisasi Angkatan Pertahanan Papua New Guinea.
“Tujuan kami adalah membangun Angkatan Pertahanan Papua New Guinea yang lebih besar dan lebih baik sesuai dengan negara kita, sebuah negara dengan lebih dari 10 juta penduduk yang memiliki batas darat dan laut yang luas sehingga membutuhkan angkatan pertahanan yang kuat dan mampu,” ujarnya.
Ia juga mengakui situasi di Murray Barracks yang disebabkan oleh sekelompok kecil personel dan mengucapkan terima kasih kepada anggota pasukan disiplin yang telah memulihkan ketertiban.
Perdana Menteri Marape menyampaikan apresiasi atas dukungan Australia dan menegaskan kembali hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara.
“Kami menghargai kemitraan dengan Australia, dan kerja sama ini mencerminkan kepercayaan serta komitmen bersama antara kedua negara dalam memperkuat institusi keamanan,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses penyelidikan berlangsung.
“Kami melakukan proses ini untuk memastikan integritas, akuntabilitas, dan angkatan pertahanan yang lebih kuat bagi masa depan negara kita.” (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
