Pesparawi Nasional ke-XIV di Papua Barat Siap Digelar Juni 2026, Peserta Diprediksi 8.000 Orang

Pesparawi Nasional ke-XIV di Papua Barat Siap Digelar Juni 2026, Peserta Diprediksi 8.000 Orang

MANOKWARI, LELEMUKU.COM – Ketua Umum Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional (Pesparawi) ke-XIV Tahun 2026 Drs. H. Ali Baham Temongmere, MTP menyampaikan perkembangan persiapan menjelang pelaksanaan event nasional tersebut. Penyampaian dilakukan dalam Rapat Kerja Bupati di Papua Barat, Kamis (16/4/2026).

Ali Baham Temongmere yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat menjelaskan bahwa berbagai persiapan teknis terus dimatangkan. Panitia telah beberapa kali melakukan uji coba Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi sebagai venue utama kegiatan.

Ia mengungkapkan bahwa bersama Gubernur Papua Barat, panitia sebelumnya telah bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Bahlil menyatakan dukungan berupa enam unit generator, enam unit toilet mobile, serta pendanaan.

Menteri ESDM juga meminta PLN memastikan tidak terjadi gangguan kelistrikan selama acara berlangsung. PLN pun telah berkoordinasi dengan panitia untuk melakukan pengecekan kesiapan venue.

Pesparawi Nasional ke-XIV dijadwalkan dibuka pada 20 Juni 2026 di Manokwari. Agenda uji panggung akan digelar pada 18 Juni, sementara peserta diperkirakan mulai tiba sejak 16 hingga 18 Juni 2026. Jumlah peserta diprediksi mencapai sekitar 8.000 orang, belum termasuk pendamping dan pengikut lainnya.

Panitia juga tengah mengajukan permohonan agar Presiden Republik Indonesia dapat membuka secara resmi kegiatan tersebut. Berbagai sarana penunjang terus dipersiapkan untuk mendukung kelancaran acara berskala nasional ini.

Ali Baham Temongmere mengajak seluruh pemerintah kabupaten se-Papua Barat berpartisipasi aktif menyukseskan Pesparawi melalui dukungan teknis maupun kontribusi lainnya.

Ia menilai pelaksanaan Pesparawi Nasional di Papua Barat menjadi momentum bersejarah karena dipimpin oleh seorang tokoh Muslim. Hal ini mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan di Indonesia.

“Itu artinya Republik ini tidak usah tanya lagi tentang modernisasi umat beragama di sini. Karena itu filosofi satu tungku tiga batu, satu saudara satu hati, di bawah naungan rumah kaki seribu dalam bingkai NKRI,” ujar Ali Baham Temongmere.

Pesparawi Nasional ke-XIV di Papua Barat diharapkan menjadi ajang yang sukses sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan dan toleransi beragama di Tanah Papua. (Roe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya