Mediasi di Polres Maluku Tenggara, Marga Holath dan Tuatrean Sepakat Insiden Bandara Masalah Pribadi
LANGGUR, LELEMUKU.COM – Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara sukses memfasilitasi pertemuan mediasi antara perwakilan Marga Holath dan Marga Tuatrean guna meredam potensi konflik pasca peristiwa penganiayaan maut yang terjadi di Bandara Karel Satsuitubun, Langgur.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang SPKT Polres Maluku Tenggara pada Sabtu (25/4/2026), kedua belah pihak secara tegas menyepakati bahwa insiden pada 19 April 2026 tersebut murni merupakan persoalan pribadi antar individu, bukan konflik antar kelompok maupun marga.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIT tersebut dihadiri sekitar 30 perwakilan keluarga dan disaksikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara IPTU Zaenal, S.H.
Sejumlah tokoh keluarga yang hadir di antaranya Antonius Rumatora (kakak almarhum), Elegiud Rahayaan, Filipus Ulukyanan, Efraim Rumatora, Atus Ulukyanan, Roni Ulukyanan, H.J.S. Dumatubun, Noho Silubun, serta perwakilan keluarga besar kedua marga.
Para pihak menyepakati komitmen untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian dan berjanji menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual agar tetap kondusif.
"Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Kesepakatan yang dicapai menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi persoalan hukum secara bijak dan tidak melebar menjadi konflik komunal," ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi dalam keterangannya di Ambon.
Dalam poin kesepakatan tersebut, kedua marga juga berkomitmen untuk menyosialisasikan hasil pertemuan ini kepada seluruh anggota keluarga besar masing-masing. Mereka menegaskan bahwa tindakan provokasi yang mengatasnamakan kelompok di luar kesepakatan ini menjadi tanggung jawab pribadi pelaku di hadapan hukum.
Langkah mediasi ini dipandang sebagai pendekatan preventif yang krusial oleh Polri guna mencegah eskalasi konflik sosial di Kepulauan Kei, sekaligus memberikan ruang bagi penyidik untuk fokus menuntaskan perkara secara profesional.
Pertemuan yang berakhir pada pukul 14.19 WIT tersebut berjalan dalam suasana penuh kekeluargaan, tertib, dan aman. Aparat kepolisian memastikan akan terus mengawal proses hukum ini secara transparan demi memberikan rasa adil bagi semua pihak. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
