Jone Vakarisi Bos Narkoba di Fiji Meninggal di Barak Militer, Aparat Periksa Orang Terdekat
SUVA, LELEMUKU.COM – Aparat gabungan Kepolisian Fiji dan Republic of Fiji Military Forces (RFMF) mengintensifkan operasi pemberantasan jaringan narkotika dengan memeriksa seorang pria berinisial Imran Khan (38) yang diduga memiliki keterkaitan dengan peredaran narkoba, April 2026.
Imran Khan, yang juga dikenal dengan julukan “King Khan”, diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan oleh tim gabungan setelah masuk dalam radar operasi keamanan nasional. Ia diduga memiliki hubungan dekat dengan Jone Vakarisi, sosok yang sebelumnya juga menjadi perhatian aparat karena dugaan keterlibatan dalam jaringan kriminal.
Operasi ini merupakan bagian dari langkah tegas aparat Fiji dalam merespons ancaman terhadap stabilitas keamanan, termasuk dugaan upaya gangguan terhadap fasilitas militer di wilayah Lautoka dan Suva.
Selain itu, aparat juga melakukan sejumlah penggerebekan di beberapa lokasi, termasuk kediaman yang diduga berkaitan dengan jaringan Vakarisi. Sejumlah orang turut diamankan untuk dimintai keterangan dalam rangka pengembangan penyelidikan.
Di sisi lain, aparat tengah menyelidiki kasus meninggalnya Jone Vakarisi yang terjadi setelah berada dalam penanganan pihak militer. Kepolisian Fiji telah menerima laporan resmi dan memastikan proses investigasi sedang berlangsung.
Komisioner Polisi Fiji Rusiate Tudravu menyampaikan bahwa hasil autopsi terhadap Vakarisi telah diperoleh dan kini sedang dianalisis oleh penyidik untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Hasil pemeriksaan telah kami terima dan saat ini berada di tangan penyidik untuk didalami,” ujar Rusiate Tudravu.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Fiji Pio Tikoduadua menegaskan bahwa kasus kematian tersebut merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara profesional dan transparan.
“Ini adalah hal yang serius. Proses hukum harus berjalan dan semua pihak harus menghormati tahapan investigasi yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Panglima RFMF Mayor Jenderal Jone Kalouniwai juga menegaskan bahwa operasi gabungan ini dilakukan sesuai mandat konstitusi untuk menjaga keamanan dan ketertiban nasional di Fiji.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan dukungan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas kriminal karena dapat mengganggu stabilitas negara.
Operasi gabungan aparat keamanan di Fiji masih terus berlangsung guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif serta menekan aktivitas jaringan narkotika di wilayah tersebut. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
