Fenomena Cahaya Mirip Rudal Gegerkan Warga Sulawesi dan Kalimantan, Diduga Puing Antariksa Terbakar di Atmosfer
KENDARI, LELEMUKU.COM – Warga Provinsi Sulawesi Tenggara digegerkan oleh penampakan cahaya putih terang menyerupai rudal yang melintas di langit pada Sabtu malam (11/04/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Objek tersebut terlihat memanjang, bergerak cepat, serta meninggalkan jejak menyerupai ekor asap di udara.
Fenomena serupa juga dilaporkan terlihat di wilayah Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat sekitar pukul 18.49 WIB. Sejumlah warga menyebut cahaya tersebut tampak seperti bola api atau rudal yang melintas cepat di langit malam.
Warga di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah juga menyebut telah menyaksikan hal yang sama. Berdasarkan bentuk visual yang terlihat, fenomena tersebut diduga merupakan puing antariksa atau sisa roket yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi.
Cahaya terang dan jejak menyerupai awan bercahaya dapat terjadi akibat gas buang roket yang memantulkan sinar matahari dari ketinggian tinggi, meskipun di permukaan bumi sudah malam.
Kemungkinan lain adalah objek luar angkasa seperti bagian satelit atau tahap roket yang mengalami re-entry ke atmosfer. Saat memasuki lapisan atmosfer dengan kecepatan tinggi, objek tersebut mengalami gesekan kuat dengan udara sehingga memanas dan tampak bersinar terang sebelum hancur.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait penyebab pasti fenomena pada 11 April 2026 tersebut.
Sebelumnya, fenomena serupa juga terjadi pada 4 April 2026 di sejumlah wilayah Indonesia dan telah dikonfirmasi sebagai sampah antariksa (space debris) dari roket Long March CZ-3B milik China yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi.
Tidak terdapat laporan mengenai objek yang jatuh di daratan, ledakan besar, maupun kerusakan akibat kejadian tersebut. Fenomena cahaya melintas di langit seperti ini tergolong umum terjadi, terutama di wilayah Indonesia yang berada dekat garis khatulistiwa dan sering dilalui jalur orbit satelit.
Para ahli menyebut sebagian besar puing antariksa akan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan bumi, sehingga umumnya tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat. (joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
