Fakta di Balik Kerusuhan Panipahan: Dipicu Konflik Personal, Melebar Jadi Aksi Massa
ROKAN HILIR, LELEMUKU.COM – Fakta mengejutkan terungkap di balik kerusuhan yang terjadi di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Aksi massa yang berujung perusakan dan pembakaran rumah ternyata dipicu dari konflik sederhana antara dua orang ibu-ibu yang berkembang liar di media sosial.
Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, mengungkapkan bahwa persoalan awal bukan langsung terkait narkoba, melainkan perselisihan pribadi yang kemudian memicu emosi publik.
"Pemicu awalnya adalah keributan dua orang ibu. Salah satunya tidak terima anaknya diberi uang THR lalu diposting di media sosial, kemudian berkembang dengan saling tuduh hingga memicu emosi," ujar Brigjen Hengki, Senin (13/4).
Menurutnya, konflik tersebut sempat dimediasi di Polsek Panipahan, namun tidak mencapai kesepakatan. Perseteruan justru berlanjut di media sosial hingga memancing reaksi masyarakat luas.
"Dari situ berkembang, kemudian muncul aksi massa yang berujung perusakan. Ini yang kita sebut sebagai kejadian kontinjensi, muncul secara mendadak," jelasnya.
Meski dipicu persoalan personal, Hengki tidak menampik bahwa keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayah Panipahan menjadi faktor yang mempercepat eskalasi konflik.
"Sebagian besar narkoba yang kita ungkap berasal dari luar negeri. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga memiliki kerawanan tersendiri," kata Wakapolda.
Kerusuhan itu sendiri terjadi pada Jumat (10/4), saat ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa menuntut penindakan tegas terhadap dugaan peredaran narkoba. Massa yang awalnya berkumpul secara damai kemudian berubah anarkis.
Sekitar 150 warga yang semula berunjuk rasa di Mapolsek Panipahan, bertambah menjadi sekitar 500 orang. Mereka bergerak menuju rumah seorang warga yang diduga terkait jaringan narkoba, lalu melakukan perusakan hingga pembakaran.
Dalam peristiwa tersebut, empat unit sepeda motor turut dibakar. Aparat gabungan yang berjumlah 55 personel sempat kesulitan mengendalikan situasi akibat jumlah massa yang jauh lebih besar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dan massa akhirnya membubarkan diri pada malam hari.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, menegaskan bahwa pihaknya memahami keresahan masyarakat, namun tindakan anarkis tidak dapat dibenarkan.
"Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam memerangi narkoba. Namun kami tegaskan, segala bentuk tindakan main hakim sendiri dan perusakan tidak dapat dibenarkan secara hukum. Penegakan hukum adalah kewenangan aparat," tegas Kapolres.
Ia memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti melalui langkah hukum yang profesional, sekaligus memperingatkan pelaku aksi anarkis untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Setiap pelaku yang terlibat akan segera kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga mengimbau agar yang terlibat segera menyerahkan diri," ujarnya.
Dampak dari peristiwa tersebut juga berimbas pada internal kepolisian. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolsek Panipahan Iptu Robiansyah dan Kanit Reskrim Aipda Rahmat Ilyas.
"Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan," ujar Kapolda.
Ia menegaskan bahwa setiap pimpinan wilayah harus mampu membaca situasi dan menjaga kondusivitas. Jika tidak, maka langkah korektif harus diambil.
"Seorang pimpinan harus hadir, peka, dan mampu membaca situasi. Ketika itu tidak berjalan dengan baik, maka harus ada langkah korektif," tegasnya.
Kapolda memastikan kondisi Panipahan saat ini mulai berangsur kondusif, meski pengawasan tetap diperketat untuk mencegah eskalasi lanjutan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Percayakan proses kepada aparat," pungkasnya. (Roe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
