BGN Klarifikasi Anggaran IT Rp1,2 Triliun untuk Sistem Informasi Makan Bergizi Gratis
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan isu yang menyebut pos anggaran untuk pengadaan pemenuhan kebutuhan Informasi dan Teknologi pada program makan bergizi gratis mencapai Rp1,2 triliun.
Menurut Dadan, anggaran yang menjadi sorotan tersebut dialokasikan untuk dua kebutuhan utama dalam pengadaan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN).
Kebutuhan pertama meliputi pengembangan aplikasi SIPGN dengan nilai sekitar Rp550 miliar. Proyek ini mencakup berbagai modul sistem yang dirancang untuk mendukung pengelolaan data gizi secara terintegrasi.
Selain itu, terdapat juga alokasi untuk penyediaan layanan managed service untuk perangkat Internet of Things (IoT) dengan nilai sekitar Rp199 miliar.
Dadan mengklaim layanan ini bertujuan untuk mendukung pemantauan program gizi secara real-time di berbagai daerah.
“BGN berkomitmen agar sistem SIPGN dan layanan IoT ini dapat segera beroperasi maksimal untuk memastikan distribusi gizi tepat sasaran dan dapat dipantau secara real-time,” kata Dadan, Kamis (23/4/2026).
Dadan menjelaskan proyek ini dikerjakan oleh Perum Peruri melalui penunjukan langsung. Alasannya, Peruri merupakan perusahaan teknologi dengan tingkat keamanan tinggi atau high security, sehingga dinilai mampu menangani sistem digital pemerintah.
Peruri juga disebut telah mendapatkan wewenang sebagai penyedia solusi digital sekuriti bagi instansi pemerintah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2019 tentang Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).
Selain itu, Dadan menyebut status Peruri sebagai GovTech Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional menjadi alasan utama BGN memilih lembaga ini.
Dadan lantas mengklaim semua proses kerja sama telah dijalankan secara transparan. Ia berjanji aspek keamanan data menjadi perhatian utama dalam pengembangan sistem ini.
“Kami memastikan tidak ada celah penyimpangan, karena ini menyangkut data gizi masyarakat luas,” tuturnya.
Sebelumnya, kejanggalan pengalokasian dana Rp1,2 triliun untuk kebutuhan IT oleh BGN menuai sorotan setelah diungkap oleh akun Instagram, Nasehat Pendaki. Berdasarkan penelusuran di Inaproc, ditemukan dua proyek besar senilai Rp1,265 triliun yang dilakukan oleh BGN pada 22 Oktober 2025.
Angka itu terdiri dari proyek Managed Service Sarana IT dan IoT di 5.000 lokasi dengan nilai Rp665,4 miliar, dan proyek Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional senilai Rp600 miliar.
Kedua proyek itu tercatat menggunakan metode penunjukan langsung. Dalam tampilan SPSE, kedua proyek tersebut sudah berstatus “Paket Sudah Selesai”. Namun, pada bagian pemenang kontrak tidak tercantum identitas vendor secara lengkap.
Dadan Hindayana menegaskan bahwa BGN akan terus menjalankan program makan bergizi gratis dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas tinggi. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
