Badai Maila Menguat di Laut Solomon, Pengaruhi Cuaca di Papua
MERAUKE, LELEMUKU.COM – Badai Siklon Tropis Maila terus menguat menjadi kategori 3 di Laut Solomon, Samudera Pasifik dan bergerak sangat lambat pada Senin (6/4/2026) pagi, memicu kekhawatiran dampak tidak langsung di Tanah Papua, Indonesia.
Menurut Biro Meteorologi Australia (BOM), saat ini pusat siklon berada sekitar 577 km barat Honiara, 460 km timur-timur laut Alotau, dan 815 km timur Port Moresby, Papua Nugini. Maila mengemas angin kencang di dekat pusat badai mencapai 120 km/jam dengan hembusan hingga 165 km/jam.
Sistem ini diperkirakan akan mempertahankan pergerakan lambat hingga pertengahan pekan depan sebelum mulai berbelok ke arah barat daya.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) menyatakan Maila merupakan sistem yang berbahaya karena berpotensi menimbulkan angin kencang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, serta dampak ikutan berupa tanah longsor dan banjir bandang.
Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 6,7 meter. Maila saat ini berada sekitar 1.272 km timur laut Cairns, Australia, dan dalam 6 jam terakhir bergerak ke arah timur-tenggara dengan kecepatan hanya 4 km/jam.
BMKG Indonesia mencatat bahwa meskipun pusat siklon masih berada di perairan Solomon, sirkulasi angin luas dari Maila telah menarik massa udara lembab ke wilayah timur Indonesia. Hal ini menyebabkan peningkatan curah hujan dan angin kencang di sebagian wilayah Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah hingga Papua.
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi telah menyebabkan genangan air di beberapa ruas jalan utama dan meningkatkan risiko longsor di daerah pegunungan.
Masyarakat diimbau oleh BMKG untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. Nelayan juga diimbau untuk menunda aktivitas melaut karena gelombang tinggi yang berbahaya.
Siklon Bergerak Pelan
Pergerakan Siklon Maila yang hampir stasioner selama 12 jam terakhir membuat dampak cuaca ekstrem berpotensi berlangsung lebih lama di wilayah Solomon Islands, Papua Nugini, dan sebagian wilayah timur Indonesia.
Jalur pergerakannya masih sangat tidak pasti, meskipun sistem ini diperkirakan tetap berada di area yang relatif kecil diantara Pulau Papua dan Australia dalam dua hari mendatang.
Masyarakat di wilayah Papua khususnya Papua Selatan dan sekitarnya diharapkan terus memantau update resmi dari BMKG serta instansi penanggulangan bencana setempat hingga ancaman siklon benar-benar berlalu.
Sistem ini diperkirakan akan mempertahankan pergerakan lambat hingga pertengahan pekan depan sebelum mulai berbelok ke arah barat daya.
Pemerintah Solomon Islands dan Papua Nugini telah mengaktifkan status siaga tinggi dan menyiapkan posko penanggulangan bencana. Warga diimbau menghindari aktivitas di laut serta bersiap menghadapi cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.(Albert)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri