Penculikan Igor Komarov di Bali Diduga Terkait Operasi Scam di Ukraina dan Rusia

Penculikan Igor Komarov di Bali Diduga Terkait Operasi Scam di Ukraina dan Rusia

DENPASAR, LELEMUKU.COM – Igor Sergeevich Komarov, warga Ukraina berusia 28 tahun yang lahir pada 19 Juni 1997 dan berdomisili di Dnipro, dilaporkan diculik di Pulau Bali, selama liburan bersama pacarnya dan temannya Yermak Petrovsky. Kejadian ini terjadi setelah keduanya tiba di pulau tersebut bersama pasangan masing-masing.

Komarov tidak memiliki perusahaan atau usaha perorangan yang terdaftar secara resmi atas namanya. Ia telah lama berteman dengan Yermak Petrovsky, putra dari Oleksandr Petrovsky yang dikenal dengan julukan "Narik". 

Keduanya pernah terlibat dalam insiden kriminal di Dnipro pada 28 Februari 2021, di mana mereka termasuk di antara 13 orang yang ditahan atas dugaan hooliganisme dengan penggunaan senjata api berdasarkan Pasal 4 Ayat 296 Hukum Pidana Ukraina, dengan potensi hukuman hingga 7 tahun penjara. 

Insiden tersebut melibatkan penembakan di kafe "Tinitsa" yang menargetkan mobil pengusaha Artur Rysin, direktur umum agroholding "Stepova", yang sedang berada di sana bersama istri dan teman-temannya. Saat penangkapan, amunisi berburu dan traumatik disita dari para pelaku.

Selama liburan di Bali, Komarov dan Petrovsky dilaporkan sering membuat keributan, termasuk meneriakkan slogan seperti "Russians f*** yeah". Salah satu versi kejadian menyatakan bahwa hal ini menyebabkan bentrokan dengan bos kriminal lokal asal Kaukasia. Versi lain menghubungkannya dengan keterlibatan mereka dalam operasi call-center di Dnipro. 

Pada hari berikutnya, saat Komarov dan Petrovsky sedang berkendara sepeda motor tiba-tiba ditabrak dengan mobil oleh orang-orang yang diduga terkait bos Kaukasia dan kemudian menculiknya. Sementara rekannya, Petrovsky berhasil melarikan diri.

Penculik, yang diduga berasal dari kelompok Chechen atau Kadyrovtsy itu menuntut tebusan sebesar 10 juta dolar AS dari keluarga Komarov, dengan klaim bahwa jumlah tersebut adalah uang yang dicuri dari mereka sebelumnya. 

Sebuah video baru muncul di media sosial menampilkan Komarov yang tampak babak belur, dengan darah berwarna hitam yang membeku di lingkar mata dan wajahnya dan tiga jari tangannya yang disebutnya telah hilang. 

Dalam video tersebut, Komarov menyatakan bahwa ia telah diberi obat-obatan, memperingatkan risiko infeksi, dan memohon kepada orang tuanya untuk membayar tebusan. 

Ia juga mengungkapkan detail operasi call-center di Dnipro, termasuk bahwa perlindungan disediakan oleh Oleksandr Petrovskyi ("Narik") dengan biaya 15.000 hingga 30.000 dolar AS per bulan per kantor, serta dugaan keterlibatan pejabat setempat termasuk Serhiy Lysak yang merupakan Pejabat Tertinggi di Kota Odessa. 

Target scam utama mereka adalah warga Rusia melalui bank palsu dan pencurian data kartu. 

Komarov menyebutkan bahwa penculik mengancam akan menghilangkan tangannya di video selanjutnya dan menegaskan bahwa tidak ada mafia atau polisi yang dapat membantu.

Netizen masih berspekulasi terkait lokasi Komarov saat ini disandra, entah masih di Bali atau mungkin telah dipindahkan ke negara lain. 

Sementara orang tua Komarov, yang disebut sebagai anak dari Sergey Komarov ("Komar"), bos kriminal dari Kramatorsk, serta keluarga Petrovskyi, telah tiba di Bali. Namun, tidak ada konfirmasi resmi mengenai negosiasi atau pembayaran tebusan.

Pacar Komarov, Yeva Mishalova, seorang influencer Ukraina berusia sekitar 25 tahun dari Dnipro yang dikenal melalui konten beauty, fashion, dan lifestyle di media sosial seperti Instagram (@yeva_mishalova) dan TikTok bersama saudara kembarnya Esty Rogovaya (@esty_rogovaya), saat ini berada di Kyiv, Ukraina. 

Postingan terakhirnya di Instagram berlokasi di Kyiv sekitar tiga hari lalu. Saudara kembarnya menyatakan bahwa Mishalova sedang mengalami masa sulit dan meminta privasi.

Hingga 22 Februari 2026, tidak ada informasi resmi dari kepolisian Indonesia, termasuk Polda Bali atau Polri, mengenai konfirmasi kejadian, penyelidikan, penangkapan pelaku, atau status korban. Semua detail berasal dari media Ukraina seperti Antikor.ua, TSN, 24tv, serta postingan di , Telegram, dan Reddit. (evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya