Kontroversi Penggunaan Pesawat Garuda oleh Jeffrey Epstein

Kontroversi Penggunaan Pesawat Garuda oleh Jeffrey Epstein, Fakta Nyata dan Anomali Sistem

JAKARTA, LELEMUKU.COM – Rilis besar-besaran dokumen Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada akhir Januari 2026 telah memicu perdebatan baru di Indonesia. Di antara jutaan halaman flight logs, email, dan foto, muncul nama maskapai nasional PT Garuda Indonesia yang dikaitkan dengan perjalanan Epstein. 

Namun, analisis mendalam menunjukkan campuran antara penggunaan nyata Garuda untuk perjalanan komersial dan "glitch" atau kesalahan sistem di catatan U.S. Customs and Border Protection (CBP). Berikut ulasan lengkap berdasarkan dokumen resmi.

Fakta Garuda di Dokumen Epstein

Dokumen Epstein Files Transparency Act (EFTA) mencakup itinerary perjalanan komersial Epstein pada Agustus 2009, yang dirilis sebagai bagian dari Data Set 11. Dalam email dari agen travel 1st Air, Inc., Epstein memesan tiket kelas bisnis untuk rute multi-negara, termasuk segmen dari Jakarta ke Denpasar, Bali, menggunakan Garuda Indonesia dengan Flight 414 (Airbus A330, berangkat 30 Agustus 2009 pukul 20:40 WIB dan tiba 23:25 WITA).

Itinerary ini bagian dari perjalanan panjang dari Miami melalui Hawaii, Sydney, Jakarta, Bali, Bangkok, Paris, dan kembali ke Miami. Epstein tampaknya menggunakan penerbangan komersial Garuda untuk transit domestik Indonesia setelah tiba di Jakarta via Qantas Airways. 

Ini selaras dengan pola perjalanan Epstein ke Asia Tenggara, di mana Bali sering menjadi tujuan wisata—seperti foto-foto di Ubud dan Batubulan yang juga dirilis dalam file EFTA00004477.pdf, menampilkan Epstein mengamati patung dan ornamen Buddha.

Tidak ada bukti aktivitas ilegal terkait penerbangan ini; dokumen menggambarkannya sebagai perjalanan biasa dengan biaya per orang sekitar US$8.810 plus pajak. Namun, kehadiran asosiasi seperti Ghislaine Maxwell dalam log perjalanan serupa (meski tidak spesifik di itinerary ini) memicu spekulasi tentang motif Epstein di Bali.

Anomali Sistem berupa Glitch di Catatan CBP

Sebaliknya, beberapa entri di dokumen CBP (seperti DOJ-OGR-00027509 dan DOJ-OGR-00028665 dari 2011) secara keliru mencantumkan Airline: P.T. GARUDA INDONESIA (GA)" dengan flight number N909J saat Epstein tiba di St. Thomas, US Virgin Islands. Ini bisa saja memicu kehebohan di media sosial Indonesia, dengan netizen bertanya-tanya apakah Epstein menyewa pesawat Garuda untuk rute Karibia.

Analisis perbandingan antar-entri CBP mengungkap ini sebagai glitch sistematis saat menginput data. Kode "GA" sebenarnya merujuk ke General Aviation atau penerbangan pribadi non-komersial, yang digunakan untuk jet pribadi Epstein seperti Gulfstream IV dengan tail number N909JE. 

Di mayoritas dokumen (misalnya entri 9 September 2011), carrier code tercatat benar sebagai "GA GENERAL AVIATION" dengan N909JE. Namun, di entri Oktober 2011, sistem TECS CBP tampaknya melakukan auto-fill salah, mengaitkan "GA" dengan kode IATA Garuda Indonesia karena kesalahan input (N909J tanpa "E" lengkap).

Para analis forensik digital pada forum diskusi reddit dan 4chan menyatakan ini adalah anomali umum di database CBP era 2010-an, di mana kode singkat bisa "terjemah" keliru jika tidak ada konteks pesawat pribadi. 

Garuda sendiri tidak memiliki rute ke St. Thomas, dan tidak ada bukti kontrak charter dengan Epstein. DOJ dalam rilis 2026 (total 3,5 juta halaman) tidak menyebut ini sebagai isu kriminal, melainkan catatan inspeksi rutin dengan hasil negatif.

Rilis ini, yang mencakup lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar, telah menarik perhatian global, termasuk di Indonesia di mana kata kunci "Bali" muncul sekitar 750 kali dalam dokumen. Warganet di berbagai media sosial ramai membahas potensi kaitan Epstein dengan properti atau transaksi di Bali, meski tidak ada bukti konkret. 

Sementara pihak Garuda Indonesia belum memberikan komentar resmi terkait penyebutan nama perusahaannya. (Albert Batlayeri)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya