-->

Nepal Minta Bantuan Warganya Bangun Cadangan Devisa

WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Menteri Keuangan Nepal Janardan Sharma mengatakan pada Sabtu (16/4), pemerintah meminta warganya yang tinggal di luar negeri untuk menyimpan dana di bank domestik sebagai bagian dari upaya untuk memastikan sistem keuangan memiliki likuiditas yang cukup dan untuk menjaga cadangan devisa.

Berbicara kepada Reuters, dia membantah Nepal menghadapi krisis ekonomi meskipun industri pariwisatanya yang merupakan pendapatan utama pemerintah masih berjuang untuk pulih setelah dihantam pandemi COVID-19.

Nepal, berada di antara China dan India, bulan ini memberlakukan pembatasan impor barang mewah untuk mengendalikan arus keluar modal. Cadangan devisa turun lebih dari 18 persen menjadi $9,6 miliar pada pertengahan Maret dari pertengahan Juli - cukup untuk impor sekitar enam bulan.

Dengan mendepositokan tabungan mereka di bank domestik, warga Nepal di luar negeri akan terus "mempertahankan hubungan mereka serta mendapatkan keuntungan dari bunga 6 hingga 7 persen" yang ditawarkan oleh bank Nepal, kata Sharma.

Sharma mengatakan negaranya tidak sedang menghadapi krisis dan situasi Nepal tidak dapat dibandingkan dengan Sri Lanka. Negara Asia Selatan itu menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade dan protes anti-pemerintah.

Di Nepal, pengiriman uang oleh pekerja luar negeri, yang merupakan hampir seperempat dari ekonomi dan sangat penting untuk pembayaran eksternal, turun 3 persen menjadi $5,3 miliar antara pertengahan Juli hingga pertengahan Maret, dibandingkan dengan kenaikan 5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penghasilan dari industri pariwisata negara itu, yang turun tajam setelah dimulainya pandemi pada tahun 2020, perlahan meningkat, tetapi tetap jauh di bawah tingkat sebelum COVID.

Sharma mengatakan jika 100.000 warga Nepal yang tinggal di luar negeri masing-masing mendepositokan $10.000 di bank Nepal, hal itu dapat membantu Nepal mengatasi kendala likuiditas saat ini.

Nepal juga telah memutuskan untuk menerima $659 juta dalam bentuk bantuan dari Amerika Serikat dan sekitar $150 juta dalam bentuk pinjaman lunak dari Bank Dunia, kata Sharma.(VOA)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Iklan Bawah Artikel