Harga Beras Di Dekai Yahukimo Melonjak Hingga Rp50.000 Per Kilogram Akibat Kemarau

DEKAI, LELEMUKU.COM – Masyarakat di Dekai, Kabupaten Yahukimo, menghadapi lonjakan harga beras hingga mencapai Rp50.000 per kilogram akibat musim kemarau yang telah berlangsung hampir empat bulan pada Rabu (26/8/2026).
Kenaikan harga ini terjadi karena stok beras di sejumlah kios dan toko di wilayah tersebut dilaporkan menipis bahkan habis. Harga beras yang semula berkisar Rp25.000 per kilogram kini mengalami kenaikan hingga dua kali lipat menjadi Rp50.000 per kilogram.
Selain beras eceran, harga beras kemasan juga mengalami peningkatan signifikan. Beras ukuran 50 kilogram naik dari sekitar Rp900.000 menjadi Rp1.500.000, ukuran 20 kilogram naik dari sekitar Rp450.000 menjadi Rp1.000.000, dan ukuran 10 kilogram naik dari sekitar Rp250.000 menjadi Rp500.000. Salah satu faktor pemicu tingginya harga adalah biaya pengiriman barang dari Jayapura menuju Dekai melalui jalur udara yang mencapai sekitar Rp18.000 per kilogram.
Jalur distribusi barang ke Kabupaten Yahukimo yang biasanya mengandalkan jalur udara dan jalur sungai kini terhambat. Sungai Brasa yang menjadi jalur transportasi air mengering akibat kemarau panjang, sehingga kapal maupun perahu pengangkut bahan kebutuhan pokok tidak dapat masuk ke Dekai. Akibatnya, para pedagang terpaksa mendatangkan pasokan beras dari Jayapura menggunakan jalur udara.
Seorang pedagang di Yahukimo, Noken Wene Com, menjelaskan bahwa kenaikan harga beras tersebut disebabkan oleh habisnya persediaan di Dekai, sehingga pasokan harus dikirim lewat udara. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan menipisnya kebutuhan pokok lainnya serta potensi dampak sosial bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas. Selain itu, kemarau panjang ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan anak-anak dan potensi kebakaran hutan serta pemukiman di wilayah tersebut.
Salah seorang warga, Sarman Iksomom, membenarkan adanya kenaikan harga beras tersebut dan menyatakan masyarakat terpaksa membelinya demi memenuhi kebutuhan pangan keluarga. "Betul kami beli Rp50 ribu per kilo. Kami mau bagaimana lagi kalau tidak beli beras? Akhirnya terpaksa harus beli biarpun harga mahal," ujar Sarman Iksomom. Ia menambahkan bahwa meskipun orang dewasa bisa mengonsumsi makanan lokal seperti ubi, keladi, dan singkong, anak-anak kecil tetap membutuhkan beras. "Kami orang dewasa bisa makan ubi, keladi dan singkong, namun anak-anak kecil ini sulit sekali. Karena mereka makan tapi tidak terlalu, sehingga kami orang tua khawatir dan akhirnya kami beli biarpun mahal," kata Sarman Iksomom.
Sarman Iksomom juga meminta Pemerintah Kabupaten Yahukimo segera mengambil langkah cepat untuk memperkuat distribusi bahan pangan melalui jalur udara sebelum stok benar-benar habis. "Di Yahukimo ini ada dua jalur, udara dan laut. Ketika lewat laut atau Sungai Brasa sudah kering, lebih baik pemerintah ambil langkah cepat untuk lewat udara karena nanti di Yahukimo banyak masalah ketika beras habis," ucap Sarman Iksomom. Pemerintah diharapkan segera melakukan langkah antisipasi guna memastikan ketersediaan pasokan pangan dan mencegah timbulnya masalah sosial yang lebih luas di tengah masyarakat. (Olemah)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri