Pengedaran Uang Rupiah Hingga Daerah 3T Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Di Kota Jayapura

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua secara rutin mengedarkan uang rupiah layak edar ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah di Kota Jayapura sepanjang tahun 2025.

Pengedaran uang rupiah hingga ke daerah terpencil tersebut berdampak positif pada penarikan retribusi parkir oleh pemerintah daerah yang kemudian disetorkan ke Bank Indonesia. Mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Jayapura, Robby Kepas Awi mengungkapkan bahwa pendapatan asli daerah dari sektor pajak retribusi parkir kendaraan bahkan melampaui perolehan dari pajak restoran, hotel, hiburan, dan reklame.

Target pendapatan daerah Kota Jayapura pada tahun 2025 berhasil terlampaui dari target sebesar 290 miliar rupiah. Keberhasilan ini didukung oleh kelancaran distribusi uang rupiah, termasuk pecahan koin yang dicetak oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia di Karawang, Jawa Barat, sebagai alat pembayaran yang sah.

Meskipun pengedaran uang koin pecahan Rp50, Rp100, Rp200, Rp500, dan Rp1.000 gencar dilakukan, sebagian masyarakat dan pelaku usaha mikro masih belum sepenuhnya memahami program Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Kondisi ini menyebabkan beberapa kios kecil masih menolak transaksi menggunakan uang koin dan memilih mengganti uang kembalian dengan permen.

Sebagai bagian dari upaya edukasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua sebelumnya juga telah mengajak para jurnalis ekonomi untuk mengunjungi Museum Bank Indonesia di Jakarta Barat guna memahami sejarah panjang perekonomian sejak tahun 1828. Para jurnalis juga diajak melihat langsung proses pencetakan uang di atas lahan seluas 135 hektare di Karawang, Jawa Barat.

Salah seorang warga Abepura, Lidwina Ida Renyaan mengeluhkan penolakan uang koin oleh pedagang saat dirinya berbelanja di kios kecil. "Saya meminta kepada Bank Indonesia untuk segera mengedukasi Cinta, Bangga Rupiah kepada pelaku usaha terutama kios-kios kecil, namun masih ada kembalian uang koin dengan menukar permen di kios-kios," ucap Lidwina Ida Renyaan.

"Pendapatan daerah Kota Jayapura over target dari 290 miliar tahun 2025," kata Robby Kepas Awi. Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono menjelaskan bahwa pihaknya merencanakan 34 kali kegiatan kas keliling luar kota ke wilayah terpencil pada tahun 2026, lima wilayah non-terpencil, serta 40 kegiatan di dalam kota.

Upaya pengedaran uang rupiah yang merata ini diharapkan dapat terus memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Papua Terbit)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya