Wujudkan Generasi Emas, Pemprov Papua Barat Daya Dorong Penguatan PAUD dan Wajib Belajar 13 Tahun
SORONG, LELEMUKU.COM – Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menegaskan pentingnya penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai pilar utama dalam mencetak generasi masa depan Papua yang sehat, cerdas, berkarakter, dan produktif.
Pernyataan strategis tersebut disampaikannya saat menghadiri secara langsung agenda Rapat Koordinasi Bunda PAUD Provinsi Papua Barat Daya, yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama terhadap implementasi kebijakan wajib belajar 13 tahun.
Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Kamis (21/05/2026). Agenda ini dihadiri oleh Bunda PAUD tingkat provinsi dan kabupaten atau kota, jajaran Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD se-Papua Barat Daya, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, serta sejumlah tamu undangan lintas sektor.
Dalam sambutannya, Ahmad Nausrau menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang mendalam kepada Bunda PAUD Provinsi Papua Barat Daya Ny. Orpa Susana Kambu atas dedikasi, loyalitas, dan konsistensinya dalam mendampingi jalannya roda pemerintahan, khususnya pada sektor pembangunan pendidikan anak usia dini di wilayah provinsi termuda di Indonesia ini.
Menurut Wakil Gubernur, lahirnya kebijakan wajib belajar 13 tahun menjadi sebuah lompatan regulasi yang sangat krusial. Hal ini dikarenakan fase pendidikan formal kini secara resmi dihitung dan dimulai sejak anak memasuki usia prasekolah. Ia menggarisbawahi bahwa masa kanak-kanak merupakan fase usia emas atau golden age yang sangat menentukan dan tidak boleh terlewatkan tanpa adanya stimulasi pendidikan serta pola pengasuhan yang berkualitas.
"Kalau kita ingin anak-anak Papua tumbuh cerdas dan berkualitas, maka fondasinya harus dimulai dari pendidikan prasekolah. Keluarga dan orang tua menjadi garda terdepan dalam mendukung tumbuh kembang anak," ungkap Ahmad Nausrau di hadapan para peserta rakor.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa keberadaan figur Bunda PAUD di setiap jenjang wilayah memiliki peran yang sangat strategis. Mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam melakukan advokasi, sosialisasi masif, serta mengonstruksi kesadaran kolektif masyarakat, terutama dalam menjangkau kawasan pelosok dan kampung-kampung pedalaman terkait urgensi pendidikan prasekolah.
Guna menyukseskan program besar ini, Ahmad Nausrau mengajak seluruh jajaran pemerintah kabupaten dan kota, para praktisi dan tenaga pendidik, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga segenap mitra pembangunan untuk bersinergi secara kolektif. Kolaborasi ini diperlukan untuk mendongkrak mutu layanan PAUD, baik dari aspek peningkatan kompetensi guru maupun pemenuhan fasilitas sarana dan prasarana penunjang yang layak.
Di akhir arahannya, Wakil Gubernur juga memberikan atensi khusus mengenai keterkaitan erat antara sektor pendidikan dan pemenuhan layanan kesehatan dasar. Ia menyoroti akselerasi penanganan kasus stunting dan gizi buruk sebagai variabel penentu untuk melahirkan anak-anak Papua yang sehat dan cerdas.
Bagi Pemprov Papua Barat Daya, sistem pendidikan yang bermutu tinggi hanya akan dapat diserap secara optimal apabila didukung oleh kondisi fisik dan kecukupan gizi anak yang terpenuhi secara sempurna sejak masa kandungan hingga masa pertumbuhan usia dini. (Elo)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
