Inilah Profil Cain Clark dan Caleb Vazquez, 2 Pelaku Penembakan di Masjid San Diego
SAN DIEGO, LELEMUKU.COM – Kepolisian San Diego mengidentifikasi dua remaja pelaku penembakan di Islamic Center of San Diego pada Senin (18/5/2026) sebagai Cain Clark (17) dan Caleb Vazquez (18). Keduanya ditemukan tewas di dalam kendaraan akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri, beberapa blok dari lokasi penembakan. Berikut profil kedua pelaku berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai media Amerika Serikat.
Profil Cain Clark (17 Tahun)
Cain Clark adalah seorang siswa SMA yang mengikuti pembelajaran virtual melalui iHigh Virtual Academy di San Diego Unified School District. Ia terdaftar di program online sejak tahun 2021 dan dijadwalkan akan lulus pada akhir Mei 2026.
Meskipun belajar secara virtual, Clark diketahui aktif dalam kegiatan olahraga gulat. Ia menjadi anggota tim gulat Madison High School pada tahun ajaran 2024-2025 dan disebut sebagai pegulat unggulan oleh media sosial sekolah.
Kakek Clark, David Clark (78), menyatakan rasa terkejut dan menyesal atas kejadian tersebut. "Kami sangat menyesali apa yang terjadi. Kami tahu sama seperti Anda. Ini benar-benar mengejutkan," ujar David Clark.
Pada pagi hari penembakan, ibu Clark menghubungi polisi sekitar pukul 09.42 waktu setempat untuk melaporkan bahwa putranya kabur dari rumah dalam kondisi ingin bunuh diri.
Ia juga melaporkan bahwa beberapa senjata api miliknya dan kendaraannya ikut hilang. Ibu Clark juga memberi tahu polisi bahwa putranya bersama seorang teman dan keduanya mengenakan pakaian kamuflase (camo).
Profil Caleb Vazquez (18 Tahun)
Informasi mengenai latar belakang Caleb Vazquez masih sangat terbatas dibandingkan Clark. Vazquez diketahui sebagai rekan Clark yang ikut serta dalam aksi penembakan. Ia bersama Clark ditemukan tewas di dalam kendaraan BMW X1 dari luka tembak yang diduga dilakukan sendiri.
Dalam panggilan darurat, ibu Clark menyebut putranya pergi bersama seorang teman yang juga mengenakan pakaian kamuflase. Teman tersebut diduga kuat adalah Vazquez. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari keluarga Vazquez.
Di dalam kendaraan tempat kedua pelaku ditemukan, polisi menemukan berbagai barang bukti yang mengarah pada motif kebencian. Tulisan anti-Islam ditemukan di dalam kendaraan, sementara "hate speech" (ujaran kebencian) ditemukan terukir pada senjata api yang digunakan.
Selain itu, sebuah tabung gas dengan stiker bergambar "SS" ditemukan di dekat kendaraan. Stiker tersebut diduga merujuk pada Schutzstaffel, organisasi paramiliter Nazi Jerman di bawah pimpinan Heinrich Himmler. Catatan bunuh diri yang ditinggalkan Clark diketahui berisi tentang kebanggaan rasial (racial pride).
Kepala Polisi San Diego Scott Wahl menyatakan bahwa insiden ini sedang diselidiki sebagai tindak pidana kebencian. "Pada titik ini, sudah pasti ada ujaran kebencian yang terlibat," ujar Wahl. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
