Saham AS Anjlok 1,16%, Minyak Tembus 119 Dolar

Saham AS Anjlok 1,16%, Minyak Tembus 119 Dolar

NEW YORK, LELEMUKU.COM – Pasar saham Amerika Serikat terpangkas tajam pada Selasa (5/5/2026) setelah Iran meluncurkan rudal jelajah ke fasilitas energi Uni Emirat Arab (UEA) yang memicu lonjakan harga minyak mentah. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,16% di tengah kekhawatiran konflik yang dapat mengganggu pasokan energi global.

Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa empat rudal jelajah yang diluncurkan dari Iran berhasil dideteksi. Tiga rudal berhasil dicegat di atas perairan teritorial UEA dan satu rudal lainnya jatuh ke laut. Serangan ini menyebabkan kebakaran di Zona Industri Minyak Fujairah (FOIZ) dan memaksa kilang Ruwais untuk berhenti beroperasi, memperburuk ketegangan di kawasan Teluk.

Harga minyak mentah Brent melonjak 6,47% menjadi 119,40 dolar AS per barel, mencatat kenaikan 9,17% dalam lima hari terakhir. Pergerakan ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa pekan terakhir akibat gangguan pasokan dari jalur pelayaran vital Selat Hormuz yang menangani sekitar 20% aliran minyak global. Para investor juga mencermati potensi dampak inflasi dari kenaikan biaya energi yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve.

Mark Malek, Kepala Investasi Siebert Financial, menilai bahwa pasar belum sepenuhnya memperhitungkan risiko jangka panjang dari konflik yang sedang berlangsung. "Saya tidak percaya bahwa pasar telah memperhitungkan dengan tepat risiko jangka panjang yang akan datang," ujar Malek, menyoroti potensi kenaikan harga minyak yang lebih lanjut dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Kilang Ruwais, salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di UEA yang terletak sekitar 240 kilometer barat daya Abu Dhabi, dilaporkan offline menyusul serangan rudal. Sementara itu, kebakaran di Fujairah berhasil dipadamkan oleh tim pertahanan sipil setelah beberapa jam, namun kerusakan pada infrastruktur penyimpanan minyak dipastikan mengganggu kapasitas ekspor negara tersebut. Fujairah merupakan pusat penyimpanan minyak utama yang dibangun khusus untuk menghindari Selat Hormuz.

Ketegangan meningkat setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dinyatakan berakhir. Iran sebelumnya telah mengeluarkan peringatan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali angkatan bersenjatanya. Sementara itu, Amerika Serikat mengerahkan kapal perusak rudal penjelajah untuk mendukung "Proyek Kebebasan," misi yang dicanangkan Presiden Donald Trump untuk memandu kapal-kapal dagang yang terjebak akibat blokade Iran. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya