Raja Charles Bertemu Ratu Maori di Istana Buckingham, Eratkan Hubungan Kerajaan Inggris-Kiingitanga

LONDON, LELEMUKU.COM – Raja Charles III dari Inggris menerima Ratu Maori, Te Arikinui Kuini Nga wai hono i te po, dalam sebuah pertemuan resmi di Istana Buckingham, Kamis (14/5/2026) sore waktu setempat. 

Ini merupakan pertemuan pertama kedua penguasa sejak ia menjadi Ratu Maori pada 2024 .

Kunjungan Te Arikinui ke London rangkaian acara peringatan 50 tahun The King's Trust yang didirikan oleh Raja Charles pada 1976 . 

Sebelumnya pada Selasa (12/5/2026), ia telah bertemu Pangeran William di Kastil Windsor .

Juru bicara Kiingitanga, Rahui Papa, menggambarkan suasana pertemuan antara Te Arikinui dan Raja Charles sangat mengharukan. Mereka mengenang mendiang ayahanda Te Arikinui, Kiingi Tuheitia Pootatau Te Wherowhero VII, yang wafat pada 2024 . 

Te Arikinui, putri bungsu almarhum, terpilih sebagai pemimpin gerakan Kiingitanga pada 2024 dan menjadi ratu kedua dalam sejarah gerakan tersebut setelah neneknya, Te Atairangikaahu .

Menurut laporan media Inggris, "Te Arikinui fokus menjalin hubungan yang kuat antarmasyarakat seiring pendekatan Aotearoa Selandia Baru menuju peringatan 200 tahun penandatanganan Te Tiriti o Waitangi (Perjanjian Waitangi) pada 2040," demikian rilis Kiingitanga .

Dalam pertemuan dengan Pangeran William di Windsor, mereka membahas berbagai topik global, termasuk kepemimpinan lingkungan, perspektif adat, dan mengatasi tantangan sosial. 

Te Arikinui menegaskan, " saya yakin pada kekuatan pengetahuan adat dan pengawasan antargenerasi untuk membantu menyelesaikan tantangan lingkungan dan sosial dunia" . 

Juru bicara Kiingitanga menyatakan Te Arikinui tetap teguh mengangkat suara pemuda Maori (rangatahi) di kancah internasional, menciptakan jalur keberhasilan mereka .

Kunjungan Te Arikinui ke London menjadi simbol penguatan hubungan persemakmuran. Hubungan antara Kerajaan Inggris dan gerakan Kiingitanga telah berlangsung selama delapan generasi monarki Inggris , dengan tonggak penting seperti pertemuan bersejarah antara Raja Te Rata dan Raja George V pada 1914 ketika Te Rata pergi ke Inggris untuk menyampaikan keluhan tentang perampasan tanah dan mencari keadilan bagi Maori . 

Kunjungan Raja Charles dan Ratu Camilla ke Tūrangawaewae Marae di Ngāruawāhia pada 2015 semakin mempererat tali persaudaraan lintas benua . (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya