Kebakaran Hutan dan Lahan di Fakfak, Api Dekati Permukiman Warga
FAKFAK, LELEMUKU.COM – Musim kemarau ekstrem yang melanda Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta terbakarnya padang ilalang di sejumlah kampung, Rabu (5/8/2026). Titik api dilaporkan muncul di wilayah SP 6, serta meluas ke Kampung Warisa Mulya (SP2), Wonodadi (SP7), dan Bima Jaya, yang memperparah kondisi lingkungan dan menebar asap pekat.
Cuaca panas dan angin kencang mempercepat perambatan api di area lahan kosong dan padang rumput. Karakteristik lahan gambut dan ilalang yang kering menjadi sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Kebakaran ini menimbulkan kabut asap yang menurunkan kualitas udara serta meresahkan warga sekitar. Titik api bahkan sempat merembet mendekati rumah warga sehingga memicu langkah tanggap darurat .
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Fakfak mencatat kebakaran hutan dan lahan telah terjadi berulang sejak Juni hingga Juli 2026. Hingga Kamis (30/7/2026), sedikitnya 75 hektar lahan dilaporkan terbakar di sejumlah titik yang tersebar di Distrik Bomberai dan Distrik Tomage . BPBD pun berencana mengajukan perpanjangan status tanggap darurat bencana karhutla yang sebelumnya telah ditetapkan sejak 10 Juli 2026 selama 14 hari .
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Fakfak, Kery W Nafisah, mengonfirmasi kobaran api masih melahap area perkebunan dan semak belukar di dua distrik tersebut. Ia memastikan sejauh ini titik kebakaran belum sampai mendekati area permukiman warga, namun tim gabungan terus bersiap dan melakukan pemadaman darat secara terpadu agar kobaran api tidak makin meluas ke area strategis lainnya .
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Torea Fakfak mencatat kondisi El Nino saat ini berada pada kategori kuat dan berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan. Ancaman karhutla meningkat, terutama di Distrik Bomberai dan Distrik Tomage yang memiliki kawasan dengan karakteristik lahan gambut sehingga lebih mudah terbakar saat kondisi kering .
BMKG mengeluarkan lima imbauan bagi masyarakat, di antaranya menggunakan air secara bijak, menyesuaikan pola tanam dengan prakiraan musim, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, menjaga kesehatan dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG . (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri