Prabowo Restui Tujuh Strategi Bank Indonesia Perkuat Rupiah [PENTING]

Prabowo Restui Tujuh Strategi Bank Indonesia Perkuat Rupiah [PENTING]

JAKARTA, LELEMUKU.COM – Presiden Prabowo Subianto secara resmi merestui tujuh strategi strategis yang disusun Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat nilai tukar Rupiah, sebagai respons cepat atas pelemahan mata uang dalam beberapa hari terakhir.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam. 

“Kami melaporkan kepada Bapak Presiden dan beliau merestui serta memberikan penguatan terhadap tujuh langkah penting yang ditempuh Bank Indonesia untuk membuat mata uang Rupiah kuat dan stabil ke depan,” ujar Perry.

Tujuh strategi yang akan dijalankan otoritas moneter tersebut antara lain memperkuat intervensi di pasar valuta asing domestik maupun luar negeri, mengoptimalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik modal asing, serta memperkuat koordinasi fiskal-moneter dengan Kementerian Keuangan melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Perry menegaskan cadangan devisa Indonesia saat ini lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar.

Strategi berikutnya adalah memastikan likuiditas perbankan dan pasar uang tetap longgar, serta menurunkan batas pembelian dolar Amerika Serikat tanpa underlying dari semula 100.000 dolar AS menjadi 50.000 dolar AS per orang per bulan, dan direncanakan akan turun lagi hingga 25.000 dolar AS. 

Bank Indonesia juga akan memperbolehkan bank domestik melakukan transaksi Non-Deliverable Forward di luar negeri untuk meningkatkan pasokan valas, serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas perbankan dan korporasi dengan transaksi dolar tinggi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami berkoordinasi dengan Ibu Frederika Widyasari (Ketua OJK) untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, terutama memantau korporasi yang kebutuhan dolarnya sangat tinggi,” pungkas Perry.

Perry menjelaskan bahwa pembelian dolar AS hingga atau di atas 25.000 dolar AS akan diwajibkan memiliki underlying guna menekan spekulasi. Kebijakan ini sebelumnya pernah diterapkan pada 2015. Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar dan mengembalikan nilai tukar Rupiah ke level fundamentalnya di tengah dinamika geopolitik global yang fluktuatif. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya