BKOW Gelar Sosialisasi di SMAN 3 Sorong, Pemprov Papua Barat Daya Tegaskan Zero Toleransi Kekerasan Perempuan dan Anak
SORONG, LELEMUKU.COM – Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menegaskan bahwa kaum perempuan memegang peranan yang sangat sentral dalam mendidik serta membentuk karakter generasi muda Papua agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Oleh karena itu, jaminan keamanan dan perlindungan menyeluruh terhadap perempuan dan anak harus menjadi fokus perhatian kolektif semua pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan secara lugas oleh Wakil Gubernur saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan sosialisasi dan edukasi perlindungan perempuan dan anak yang dipusatkan di Aula SMA Negeri 3 Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Senin (13/05/2026).
Agenda edukatif ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengeskalasi kesadaran, kepedulian, serta pemahaman yang mendalam di kalangan generasi muda, khususnya para pelajar, mengenai urgensi hak perlindungan bagi perempuan dan anak.
Jalannya sosialisasi ini diikuti secara antusias oleh ratusan siswa-siswi dengan menghadirkan para pakar dan narasumber kompeten. Para pemateri memberikan pembekalan komprehensif terkait strategi pencegahan tindakan kekerasan, penanganan pelecehan, serta pentingnya penguatan pendidikan karakter dan kesadaran hukum sejak dini, baik dalam lingkup sekolah maupun di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau memaparkan fakta bahwa perempuan dan anak secara statistik masih menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai dinamika tindak kekerasan, perundungan, maupun diskriminasi sosial. Kondisi inilah yang menuntut adanya kehadiran sistem proteksi maksimal dari seluruh elemen masyarakat, aparat penegak hukum, dan jajaran pemerintah.
"Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan strategis yang diinisiasi oleh BKOW Papua Barat Daya ini. Pemerintah juga menerapkan kebijakan zero toleransi atau tidak memberikan ruang sedikit pun terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan dan kekerasan yang menyasar perempuan dan anak," tegas Ahmad Nausrau.
Ia kembali menggarisbawahi bahwa masa depan tanah Papua sangat bergantung pada kualitas tumbuh kembang anak-anak saat ini, yang dibimbing oleh figur ibu atau perempuan yang berdaya dan aman dari intimidasi.
"Anak-anak adalah aset masa depan bangsa dan aset emas bagi masa depan Provinsi Papua Barat Daya. Jika hak-hak mereka terenggut oleh kekerasan dan tidak memperoleh perlindungan yang layak, maka akan sangat sulit bagi kita untuk mewujudkan visi Papua Barat Daya yang maju, mandiri, dan berkembang di masa depan," imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur menaruh harapan besar agar melalui momentum sosialisasi ini, para siswa-siswi SMAN 3 Kota Sorong memiliki bekal mental dan keberanian yang kuat untuk berani bersuara atau speak up. Para pelajar didorong untuk tidak takut melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengalami, melihat, atau mengetahui adanya indikasi tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, lingkaran keluarga, maupun di lingkungan tempat tinggal mereka. (Elo)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
