Aurelie Moeremans Soroti Nasib Burung Cenderawasih di Tengah Menyusutnya Hutan Papua


JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Artis dan aktivis lingkungan Aurelie Moeremans menyoroti nasib burung cenderawasih yang semakin terancam akibat menyusutnya hutan hujan di Papua. Melalui unggahan di media sosialnya, ia mengisahkan pengalamannya saat berkunjung ke Papua bersama WWF Indonesia.

Aurelie mengaku tidak menyangka akan pulang dengan perasaan hancur setelah menyaksikan langsung kondisi alam dan masyarakat adat di Bumi Cenderawasih. Ia menceritakan momen ketika melihat burung cenderawasih terbang tinggi di atas kepalanya.

"Burung Cenderawasih, yang hanya pernah saya lihat di foto, terbang jauh di atas kepala saya. Sangat tinggi. Penduduk setempat mengatakan bahwa dulu mereka terbang lebih rendah. Dulu lebih berani," tulis dia pada Senin, 25 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa kini burung cenderawasih terbang lebih tinggi dan lebih jauh karena hutan terus menyusut. Berdasarkan data yang ia peroleh, sekitar 2,5 juta hektar hutan hujan Papua sedang ditebang untuk perkebunan kelapa sawit, tebu, serta bahan bakar kendaraan.

Aurelie menegaskan bahwa masyarakat adat yang telah tinggal di tanah Papua selama ribuan tahun tidak pernah dimintai pendapatnya terkait proyek pembukaan lahan skala besar tersebut. Ia menyebut praktik ini sebagai bentuk ketidakadilan terhadap hak-hak masyarakat adat.

"Tanah ini tidak kosong. Orang-orang lahir dan meninggal di sini," ujar Aurelie mengutip pesan yang ia terima dari warga setempat.

Sebelumnya, pada November 2023, Aurelie mengunjungi Papua selama empat hari sebagai MoNa Warrior (Mother Nature Warrior) untuk WWF Indonesia . Dalam kunjungannya, ia sempat membuat sagu dengan tangannya sendiri, menanam pohon, serta duduk di kelas bersama anak-anak Papua.

Ia juga mengunjungi Kampung Sawe Suma untuk kegiatan ekowisata birdwatching cenderawasih dan belajar mengolah sagu. Di sana, ia melihat langsung upaya masyarakat adat yang berkolaborasi dengan WWF Indonesia dan pemerintah daerah dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis konservasi burung cenderawasih .

Aurelie mengakui bahwa semua yang ia saksikan selama berada di Papua terasa terancam oleh proyek agribisnis raksasa yang berpotensi memicu deforestasi terbesar dalam sejarah modern Indonesia.

Ia mengajak publik untuk turut peduli terhadap nasib Papua, hutan hujannya, serta satwa endemik seperti burung cenderawasih. Baginya, Papua memiliki tempat istimewa di hatinya, dan ia berharap setelah mengetahui fakta-fakta ini, Papua juga mendapat tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.

"Papua memiliki tempat yang sangat istimewa di hati saya. Dan saya harap setelah mengetahui ini, Papua juga memiliki tempat istimewa di hati Anda. Karena jika bukan kita, lalu siapa?" Pesan Aurelie. (Tri)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya