Warga Pulau Watom Khawatir Pasokan Bantuan Bencana Tidak Mencukupi

Warga Pulau Watom Khawatir Pasokan Bantuan Bencana Tidak Mencukupi

RABAUL, LELEMUKU.COM – Warga di Distrik Rabaul, Provinsi Britania Baru Timur (East New Britain), Papua Nugini mulai mengkhawatirkan ketahanan pasokan bantuan makanan dan air bersih menyusul cuaca ekstrem yang menghancurkan perkebunan serta sumber air mereka pekan lalu.

Pulau Watom menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah, di mana sebagian besar tanaman pangan utama warga rusak akibat angin kencang dan air pasang (king tides). Di Bangsal Taranata, salah satu dari enam wilayah terdampak di Watom, kondisi vegetasi sangat memprihatinkan karena tingginya kadar garam pada tanah berpasir yang menghambat proses pemulihan tanaman.

Komite Hukum dan Ketertiban Bangsal, Waira Karlo, mengungkapkan bahwa pemulihan kebun pangan akan memakan waktu lama. Selain itu, cadangan air bersih dari penampungan warga diperkirakan akan segera habis dalam waktu dekat.

"Angin kencang telah merusak sebagian besar kebun makanan dan sumber air minum bersih kami," ujar Waira Karlo pada Kamis (23/4/2026).

Saat ini, para anggota bangsal sedang berkumpul di kantor pemerintahan setempat (LLG) untuk merencanakan pendistribusian bantuan kepada sekitar 3.000 jiwa yang tersebar di enam bangsal di pulau tersebut. Presiden LLG Watom, Mathew Pentecost Lome, mengakui bahwa bantuan yang tersedia saat ini kemungkinan besar tidak akan mencukupi kebutuhan seluruh warga.

"Pasokan tidak akan cukup untuk semua area yang terdampak, tetapi kami akan berusaha membantu warga yang paling menderita dan berada dalam kondisi hidup paling kritis," jelas Mathew Lome.

Distrik Rabaul sendiri memiliki sejarah panjang dalam menghadapi bencana, mulai dari abu vulkanik hingga erupsi selama 20 tahun terakhir. Situasi semakin sulit setelah gedung administrasi distrik hangus terbakar bulan lalu, disusul banjir bandang dan angin kencang pada akhir pekan Paskah yang menguji kesiapan mitigasi bencana daerah tersebut.

Pemerintah setempat terus mendorong warga untuk segera menanam kembali tanaman pangan mereka sembari menunggu distribusi bantuan tiba, meskipun ketidakpastian mengenai masa panen berikutnya tetap menjadi kecemasan utama bagi penduduk pulau tersebut. (Joe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya