Tiga Penumpang Meninggal Dunia dalam Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi, Korban Terjepit Dievakuasi
BEKASI, LELEMUKU.COM – Data korban insiden kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL TM 6024 di Stasiun Bekasi Timur terus diperbarui. Hingga Selasa (28/4/2026) dini hari, dilaporkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan 29 orang lainnya mengalami luka-luka serta tengah menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, yang memimpin langsung jalannya evakuasi di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan Damkar masih terus berupaya menyelamatkan penumpang yang terjepit di dalam gerbong.
"Fokus utama kami adalah penanganan korban. Saat ini tim tengah melakukan pemotongan badan gerbong untuk mengevakuasi sekitar 6 hingga 7 orang yang masih terjepit. Mayoritas korban yang terjepit adalah wanita, mengingat gerbong belakang yang ditabrak merupakan gerbong khusus wanita," ujar Irjen Pol Asep Edi Suheri di Bekasi.
Para korban luka saat ini telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat, di antaranya RSUD Kota Bekasi dan RSU Bantar Gebang. Pihak kepolisian dan PT KAI masih melakukan pendalaman untuk memastikan jumlah tepat penumpang yang berada di dalam rangkaian kereta saat musibah terjadi.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, turut memberikan pernyataan terkait musibah ini. Ia mengajak masyarakat untuk mendoakan kelancaran proses evakuasi yang sedang berlangsung secara kolaboratif oleh berbagai pihak.
“Kita doakan agar proses evakuasi berjalan cepat. Semua pihak bekerja dengan kompak di lokasi untuk menyelamatkan para korban,” kata Dasco Ahmad.
Kronologi kecelakaan bermula dari adanya gangguan di perlintasan sebidang JPL 85, di mana sebuah taksi dilaporkan tertemper kereta. Hal ini menyebabkan KRL TM 6024 terhenti di lintas Bekasi Timur. Namun, KA 4 Argo Bromo Anggrek yang melintas di jalur yang sama menghantam bagian belakang KRL tersebut hingga menyebabkan kerusakan parah.
Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa koordinasi dengan rumah sakit dan pihak keamanan terus dilakukan guna mempercepat penanganan medis dan evakuasi fisik.
"Kami memohon maaf kepada pelanggan dan keluarga korban. Petugas kami sedang fokus evakuasi dan memastikan keselamatan pelanggan. Kami juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit di sekitar lokasi untuk penanganan keluarga yang mencari kerabatnya," tutur Anne Purba.
Saat ini, lokasi kejadian masih disterilkan guna mempermudah ruang gerak tim penyelamat. Operasional perjalanan Commuter Line lintas Bekasi-Cikarang masih mengalami gangguan berat dan sementara hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Bekasi. (Joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri