Singapura Perkuat Posisi sebagai Pusat Inovasi Maritim Global via Smart Port Challenge 2026
SINGAPURA, LELEMUKU.COM – Maritime and Port Authority of Singapore bersama NUS Enterprise resmi meluncurkan edisi ke-10 program PIER71 Smart Port Challenge (SPC) dalam ajang Singapore Maritime Week 2026, Rabu (22/4/2026). Program ini diperluas untuk membantu startup maritim meningkatkan skala bisnis, memperoleh pendanaan, serta mengimplementasikan solusi di industri.
Peluncuran tersebut dihadiri oleh Murali Pillai, Chief Executive MPA Ang Wee Keong, serta Vice President NUS Enterprise Profesor Benjamin Tee. Kegiatan ini menarik lebih dari 200 peserta internasional, termasuk startup, investor, dan mitra industri, yang mencerminkan tingginya minat global terhadap ekosistem inovasi maritim Singapura.
Sejak pertama kali digelar pada 2018, program PIER71 telah mendukung sekitar 170 startup dengan total pendanaan yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari 150 juta dolar Singapura. Salah satu contohnya adalah Groundup.ai, perusahaan yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memprediksi kerusakan peralatan dan mengoptimalkan kinerja aset, serta telah berekspansi ke Asia dan Timur Tengah.
Pada edisi 2026, dua inisiatif baru diperkenalkan untuk memperkuat ekosistem inovasi. Program Mentors-in-Residence Plus (MIR+) menghubungkan startup dengan profesional maritim berpengalaman dan mitra akselerator global untuk mendukung ekspansi pasar. Sementara Venture2Capital memberikan akses lebih luas ke investor serta pelatihan penggalangan dana secara terstruktur.
Selain itu, MPA juga menghadirkan jalur inovasi dalam Maritime Cluster Fund – Business Development untuk memperkuat kemampuan perusahaan maritim dalam inovasi dan pengembangan teknologi. Langkah ini diharapkan dapat mendorong perusahaan berkembang dari Singapura sekaligus memperkuat konektivitas ekosistem maritim global.
Pada tahun ini, SPC juga memperluas jangkauan internasional dengan menjalin keterlibatan di berbagai negara seperti China, Prancis, India, Belanda, Korea Selatan, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat. Upaya ini bertujuan menghubungkan startup dengan investor serta mitra industri global.
Program SPC 2026 menawarkan 20 peluang inovasi di empat sektor utama, yakni pelabuhan generasi baru, pelayaran pintar, teknologi maritim hijau, dan digitalisasi. Startup yang terpilih akan mengikuti program akselerasi selama 10 minggu dengan pendampingan intensif, pelatihan, serta validasi pasar.
Peserta terbaik akan memperoleh penghargaan pada Grand Finale yang dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026. Setelah itu, startup juga berkesempatan mendapatkan dukungan dari Maritime Innovation and Technology Fund untuk pengembangan proyek dan implementasi teknologi.
Chief Executive MPA, Ang Wee Keong, menegaskan bahwa fokus program kini tidak hanya pada penciptaan ide, tetapi juga pada dampak nyata di industri. “Fokusnya bukan hanya menghasilkan ide baru, tetapi membantu startup berkembang dan memberikan dampak nyata melalui implementasi solusi,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Vice President NUS, Dr Tan Sian Wee, menilai tantangan utama inovasi maritim adalah memastikan solusi dapat diterapkan dalam skala besar. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara startup, industri, dan investor untuk mempercepat ekspansi global.
Program ini mempertegas posisi Singapura sebagai pusat inovasi maritim dunia, sekaligus membuka peluang bagi startup global untuk berkembang dan berkontribusi dalam transformasi sektor maritim yang semakin digital dan berkelanjutan. (joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri