Polisi Australia Sita 1 Juta Dolar Uang Hasil Penjualan Vape Ilegal
SYDNEY, LELEMUKU.COM – Satuan Tugas Penyitaan Aset Kriminal (CACT) yang dipimpin oleh Kepolisian Federal Australia (AFP) berhasil menyita dana lebih dari 1 juta dolar Australia yang diduga kuat merupakan hasil dari penjualan produk rokok elektrik atau vape ilegal.
Mahkamah Agung New South Wales pada 9 April 2026 telah memerintahkan agar dana tersebut diserahkan kepada negara, menyusul investigasi gabungan terhadap dua rekening bank yang menerima aliran dana dari aktivitas ilegal tersebut di Australia.
Penyelidikan yang diberi nama Operasi Smokestorm ini dimulai pada Mei 2025 setelah AFP menerima intelijen dari bank ANZ dan Westpac melalui aliansi Fintel AUSTRAC mengenai adanya aktivitas mencurigakan. Investigasi lebih lanjut oleh AFP bersama Administrasi Barang Terapi (TGA) dan AUSTRAC mengungkap adanya situs web khusus yang digunakan untuk mengiklankan, menjual, dan mengirimkan vape ilegal kepada konsumen serta bisnis di Sydney, Australia.
Pada 27 Juni 2025, petugas AFP dan TGA menggeledah unit penyimpanan di pinggiran kota Waterloo dan Auburn, serta mengeluarkan perintah penahanan aset terhadap seorang pria di Rosebery yang diyakini sebagai pengendali rekening-rekening tersebut. Dalam penggeledahan itu, petugas menyita sejumlah vape ilegal dan catatan inventaris tulisan tangan yang mendokumentasikan rasa serta jumlah vape.
Pelaksana Tugas Komandan AFP, Tim Underhill, menyatakan bahwa penyitaan aset ini mengirimkan pesan jelas bagi siapa pun yang mencari keuntungan dari aktivitas kriminal di Australia. Menurutnya, hukuman penjara bukan satu-satunya konsekuensi, karena pihak berwenang akan melacak dan merampas kekayaan yang diperoleh secara tidak sah.
"Kami bangga telah bekerja sama dengan mitra kami untuk menyita lebih dari 1 juta dolar hasil ilegal ini, yang berpotensi digunakan untuk mendanai kejahatan lainnya," ujar Tim Underhill.
Dana yang disita tersebut nantinya akan diinvestasikan kembali ke dalam inisiatif masyarakat guna mengurangi dampak buruk kejahatan, seperti program pencegahan kriminal dan rehabilitasi narkoba di Australia.
Kepala TGA, Profesor Anthony Lawler, menambahkan bahwa tindakan tegas ini merupakan upaya melindungi kesehatan seluruh warga Australia, terutama kaum muda, dari bahaya pasokan vape ilegal. Sementara itu, AUSTRAC menegaskan pentingnya menelusuri aliran uang untuk mendeteksi dan menghentikan jaringan distribusi tembakau dan produk terkait yang melanggar hukum. (Joe)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
