PBB Sebut Negara Kepulauan Pasifik Berisiko Jadi Pangkalan Geng Kriminal Global

PBB Sebut Negara Kepulauan Pasifik Berisiko Jadi Pangkalan Geng Kriminal Global

SYDNEY, LELEMUKU.COM – Negara-negara kepulauan di Pasifik kini berada dalam risiko tinggi menjadi basis bagi geng kriminal global seiring dengan melonjaknya aktivitas kejahatan di wilayah yang terisolasi dan rentan secara ekonomi tersebut.

Berdasarkan laporan Kantor PBB untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) yang di akses pada Kamis (23/4/2026), ancaman kejahatan di kawasan ini meningkat lebih cepat dibandingkan titik mana pun dalam sejarah. Ancaman tersebut meliputi perdagangan narkoba, penyelundupan manusia, pencurian satwa liar, pencucian uang, hingga kejahatan siber.

Wilayah Pasifik kini menjadi rumah bagi berbagai jaringan kriminal internasional, mulai dari kartel narkoba asal Amerika, geng motor terlarang dari Australia dan Selandia Baru, hingga kelompok kriminal terorganisir dari Asia.

Perwakilan UNODC menyatakan bahwa kerentanan ekonomi dan letak geografis yang terpencil dimanfaatkan oleh organisasi kriminal untuk membangun pijakan yang kuat. Hal ini memberikan tantangan besar bagi penegakan hukum di negara-negara kepulauan kecil yang memiliki keterbatasan sumber daya.

"Lingkungan ancaman di kawasan ini, mulai dari perdagangan narkoba dan manusia hingga pencucian uang, meningkat lebih cepat daripada titik mana pun dalam sejarah," tulis laporan tersebut.

Secara historis, banyak negara di Kepulauan Pasifik bergantung pada bantuan kepolisian dari negara luar seperti Australia. Namun, masalah keamanan ini kini telah bermuatan geopolitik yang kuat sejak Tiongkok mulai mengerahkan personel kepolisiannya ke Kepulauan Solomon pada tahun 2022 serta menempatkan petugas di Kiribati.

Laporan tersebut menekankan pentingnya kerja sama regional yang lebih erat untuk membendung pengaruh geng kriminal global agar tidak semakin memperburuk stabilitas di kawasan Pasifik. Para pakar keamanan memperingatkan bahwa tanpa pengawasan yang ketat, wilayah ini dapat bertransformasi menjadi pusat transit utama bagi komoditas ilegal dunia.

Hingga saat ini, negara-negara tetangga seperti Australia dan Selandia Baru terus meningkatkan dukungan mereka dalam hal pengawasan maritim dan pelatihan kepolisian guna menghadapi tekanan dari jaringan kriminal yang semakin canggih. (Joe)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya