James Marape Puji Militer dan Polisi yang Pulihkan Ketertiban di PNG
PORT MORESBY, LELEMUKU.COM – Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Papua New Guinea James Marape memuji Papua New Guinea Defence Force dan Royal Papua New Guinea Constabulary yang berhasil memulihkan ketertiban dengan cepat setelah gangguan baru-baru ini.
Perdana Menteri Marape menyatakan respons cepat pasukan keamanan berhasil membatasi situasi sehingga tidak meluas.
“Saya ingin memuji Angkatan Pertahanan karena memulihkan ketertiban dan membiarkan proses hukum berjalan sesuai aturan,” ujar Perdana Menteri Marape.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Komisaris Polisi David Manning dan komando National Capital District yang sigap menjaga agar situasi tetap terkendali dan tidak meluas.
Perdana Menteri Marape mengonfirmasi bahwa investigasi terhadap kasus tersebut telah dimulai dan akan berlangsung selama dua minggu ke depan. Pihak berwenang sedang mengumpulkan informasi dari semua pihak terkait, termasuk para rekrut.
“Investigasi sedang berjalan, dan kami akan membiarkan prosesnya berjalan sepenuhnya. Kami akan menanyakan langsung kepada para rekrut mengenai proses yang dijalani. Jika ada individu yang masuk melalui jalur tidak sah, hal itu akan terungkap melalui investigasi yang tepat,” katanya.
Perdana Menteri Marape menekankan bahwa pemerintah tidak akan memutuskan hasil investigasi sebelum waktunya dan semua tindakan akan mengikuti hukum, prosedur, dan aturan institusi yang berlaku.
“Sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan, saya ingin menyatakan dengan jelas bahwa kami tidak akan membengkokkan atau melanggar proses. Buku aturan rekrutmen, perilaku, dan administrasi Angkatan Pertahanan sangat jelas, dan kami akan mengikutinya sesuai dengan ketentuan hukum,” ujarnya.
“Siapa pun yang terbukti bertindak di luar hukum akan menghadapi sanksi yang sesuai.”
Perdana Menteri Marape juga memberikan jaminan kuat kepada para whistleblower di dalam Angkatan Pertahanan dan masyarakat luas untuk maju dan memberikan informasi.
“Saya mengimbau seluruh anggota Angkatan Pertahanan, khususnya para whistleblower, untuk menyampaikan informasi yang relevan. Jika Anda melaporkan kesalahan yang benar-benar terjadi, Anda tidak akan dihukum. Saya beri jaminan itu,” katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap keputusan mengenai pemindahan personel atau tindakan disiplin hanya akan diambil setelah investigasi selesai dan berdasarkan temuan yang terverifikasi.
“Kita tidak dapat bertindak tanpa informasi yang konkret. Semua keputusan akan mengikuti hasil investigasi yang sedang berjalan,” ujarnya.
Perdana Menteri Marape juga mengapresiasi sikap bertanggung jawab warga selama kejadian tersebut, dengan mencatat adanya peningkatan disiplin dan kerja sama di masyarakat.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada warga Port Moresby. Dulu, insiden seperti ini mudah meluas, tetapi kali ini saya melihat respons yang lebih terkendali dan bertanggung jawab dari masyarakat kita, terutama saat kita memperingati 50 tahun kemerdekaan,” katanya.
Perdana Menteri Marape menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menegakkan disiplin, transparansi, dan supremasi hukum di semua institusi negara.
“Kami berkomitmen memastikan Angkatan Pertahanan dan Polisi beroperasi dengan integritas, profesionalisme, dan kepatuhan penuh terhadap hukum. Proses sedang berjalan, dan kami akan terus menginformasikan kepada masyarakat seiring kemajuan investigasi,” ujarnya. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
